Aku terlahir dari sebuah keluarga kecil yang sederhana , aku masih memiliki orang tua lengkap , kaka laki laki dua orang dan adik laki laki satu orang . Aku sangat bahagia, mempunyai keluarga yang harmonis. Kebahagiaan selalu menghiasi hari-hari kami walaupun terkadang terjadi keributan kecil antara aku, kakak dan adikku,
Ayahku bukan seorang pegawai negri ataupun swasta , melainkan ayah seorang pedagang , bahasa kerennya wiraswasta yang memulai usaha sendiri sejak muda , usaha ayah ku maju dan sukses pada saat itu an kami sekeluarga pun hidup aman tentram dan nyaman . Tapi usaha ayah ku tak menentu dengan penghasilannya saat ini . Ayah harus berjuang untuk memenuhi kebutuhan sekola kakak-kakak ku yang masih sekolah dan aku yang masih duduk d bangku sekolah menengah pertama , dan ayah pun harus memenuhi kebutuhan rumah tangga . Namun dengan penghasilan yang cukup ayah yang ayah sealu berusaha memberikan semua apa yang anak anak nya minta . Dan ibuku yang selalu mendukung dan mebantu usaha ayah sampai detik ini .
Ayahku seorang pria yang tegas dan bijaksana dan ayah pun merupakan seorang pria penyayang, Ayah tidak pernah marah jika kami melakukan kesalahan, hanya nasehat-nasehat bijak yang membuat kami malu untuk melakukan lagi kesalahan yang sama. Aku sangat mencintai dan menyayangi ayahku, bahkan rasa ini terasa masih kurang bila dibandingkan dengan perjuangan keras yang dilakukannya demi menghidupi keluarga kecilnya.
Sampai suatu ketika
Tanpa sebab yang jelas, Ayah berubah sikap
kepada kami. Ayah menjadi mudah marah, mudah tersisnggung dan emosian , kesalahan yang kecil yang kami lakukan berubah
menjadi masalah yang besar,dan seakan-akan kami itu adalah seekor mangsa yang akan
dia terkam . Kebahagiaan yang dulu ada sekarang sirna begitu saja dan menjadi
hari-hari yang membosankan dan penuh kinflik, di saat Ayah marah , ayah selalu
membentak dengan suara yang keras. Dan pada saat saat aku dan Ibu menyiapkan
makan malam, Ayah keluar dari kamar dengan wajah yang sangat ketus , dan sampai
sampai aku aku takut dan bersembunyi di ketek ibuku . Aku dan Ibu hanya bisa menunduk dan duduk
terdiam bingung , sampai akhirnya ibu pun memberanikan diri bertanya kepada
ayah dengan nada lembut lembut ibu membuka pembicaraan menanyakan keadaan
ayahku hari ini.
“Ayah
kenapa, ayo yah kita makan ?” Ayah hanya
diam.
Dengan
penuh kesabaran Ibu lantas bertanya lagi. “Ayah kenapa, sakit ? atau ayah
kecapean ? atau ayah banyak pikiran ?
Dan
akhirnya ayah pun menjawab , namun jawaban tersebut bukan jawaban lembut yang
kami dengar melainkan jawaban membentak ibu dengan suara yang keras sambil
memukul meja makan .
“BUKAN
URUSAN KAMU , saya mau sakit , saya mau capek itu urusan saya !!
” ujar Ayah.
Akhirnya ayah pun marah dan memecahkan barang yang ada di hadapan ayah .
Akhirnya ayah pun marah dan memecahkan barang yang ada di hadapan ayah .
Dengan
kejadian ini membuat ibuku terkejut dan hanya bisa terdiam lemas melihat
tingkah laku ayah yang seperti itu . Kejadian ini pun membuat ibu terpukul dan
sedih. Akhirnya kakak kakaku mengajak aku beserta adiku untuk meninggalkan
tempat makan , namun aku bersikeras ingin menghampiri ibu ku karena aku tidak
tega meninggalkan ibu seorang diri dengan kondisi seperti itu , tetapi Ibu
menolak dan memintaku pergi, mungkin untuk saat ini Ibu lebih memilih untuk
sendiri. Lalu aku tinggalkan Ibu di ruang makan dan kembali aku masuk ke dalam
kamar dan bertanya kepada salah satu kakak ku “kak , ayah kenapa sekarang
menjadi seperti itu ? Tanya aku , dan kaka pun hanya bisa menjawab dengan
senyuman dan dia menjawab belum sepantas nya kamu tahu apa yang sebenarnya
terjadi , mungkin ayah sama ibu sedang ada masalah kecil .
Aku
sangat kaget terhadap perubahan sikap ayah yang selalu aku banggakan , karena
dulu tidak seperti ini , ayah yang dulu
bagaikan pria yang super duper bagaikan seorang pahlawan unutuk aku tetapi kini
ayah seperti hantu yang bergentayangan dan menghantui hari-hari kami . Namun
dengan keadaan seperti ini ibuku tak pernah mengeluh, selalu memahami dan tidak
pernah menuntut sesuatu yang lebih dari ayahku,terkadang ibu pun selalu
membantu ayah untuk menjaga toko dan Ibu selalu menyambut kedatangan ayahku
dengan senyum manis yang indah ketika Ayah pulang .
Namun
aku masih tidak percaya akan perubahan ayah . Aku selalu berfikir dan bertanya-tanya
apa ada yang salah dari perbuatan aku , ibu dan kakak-kakak ku ? kubertanya
dalam hati.Dan suatu ketika aku nelihat mendengar ada telpon masuk dan
bersumber di ruang tamu , karena di rumah tidak ada orang dan akhirnya aku yang
mengangkat , dan akupun mengangkatnya dan ternyata telepon yang berbunyi
tersebut merupakan telepon dari salah seorang wanita yang sedang dekat dengan
ayah , awal nya aku kitak percaya dan aku simpan semua nya sendiri . Masalah
ini membuatku aku benci , marah dan kecewa
kepada Ayah yang selama ini aku anggap ayah sebagai seorang laki-laki yang
sangat setia terhadap ibu. Rasanya aku ingin bercerita kepada kakak ku karena aku
merasa dosa sekali karena menyembunyikan hal seperti ini sendiri , namun aku
tidak berani karena hal yang aku takuti kakak dan ayah menjadi bertengkar
nantinya . Dan akupun tidak berani untuk bercerita kepada Ibu karena aku tidak akan
tega dan membayangkan melihat wajah sedih ibu yang kecewa terhadap perbuatan
ayah .
Sore hari, disaat aku pulang
sekolah aku langsung mencari ibu dan ku
pangil-panggil ibuku seperti biasanya, dan saat aku menemui ibuku ternyata ibu
sudah terjatuh pingsan di dalam dapur tanpa ada orang yang melihatnya , karena
adik ku sedang bermain bersama teman-temannya di halaman rumah , aku pun terkejut
dan tanda berfikir panjang aku langsung membawa masuk ibu ke dalam kamar dan
mencoba menyadarkan ibu ku dan sesadar nya ibu , ibu langsung memelukku dan
menangis kencang “Ibu mengapa menangis?” tanyaku. “Ibu hanya bosa menangis dan
menangis terus tanpa menjawab semua tanyaku”, jawaban ibu membuat aku bingung dan serba
salah. Dan pada akhirnya aku memutuskan untuk menelpon kakak-kakak ku agar
mereka bisa pulang saat ini juga . Aku pun bertanya-tanya sepertinya ada yang
ibu sembunyikan dariku , tapi aku tidak terus bertanya karena yang aku pikirkan
pada saat itu hanya ingin menenangkan ibu . Salah satu kakak pun datang dan
kakak pun terkejut melihat kondisi ibu , dan kakak pun bertanya apa yang sebenarnya
terjadi , sampai pada akhirnya ibu pun menceritakannya bahwa ibu mendengar
berita dari beberapa keluarga dan tetangga bahwa ayah sering jalan dengan
wanita lain “Ternyata berita yang ibu dengar lebih menyakitkan dari yang aku
dengar ,” gumamku.“Ibu, mungkin tetangga kita salah lihat, siapa tahu yang dia lihat itu bukan Ayah, tapi orang lain” ujar kakak ku untuk menenangkan kondisi ibu. “Tidak, itu pasti ayah kalian”, sahut Ibu kembali.
Aku dan kakak hanya bisa mencoba tegar dan menenangkan sang ibu , dan aku pun terdiam saat mendengar perkataan Ibu. Kupeluk dan ku tenangkan dan ku ambil kan secangkir teh hangat untuk menenangkan ibu, dan kakak ku pun mencoba sekuat tenaga agar tidak marah terhadap ayah dan berusaha tegar di depan ibu , dan kakak menngajaku pergi untuk meninggalkan ibu dan kami biarkan ibu untun beristirahat.
Dan saat libur sekolah kakak kedua ku mengajak ku pergi untuk membeli kebutuhan rumah yang sudah mulai habis. Dan aku pun pergi bersama salah satu kaka dengan menggunakan kendaraan bermotor dan di tengah perjalanan aku melihat Ayah sedang sedang bersama seorang wanita di dalam mobil , betapa kagetnya aku melihat pemandangan itu, dan aku pun tidak langsung memberitahu kakak karena keadaan yang tidak memungkinkan karena kita sedang di tengah jalan , entah kakak ku pun berpura-pura tidak melihat atau dia juga melihat karena kendaraan yang Ayah gunakan adalah kendaraan yang sering kami gunakan . Dengan penuh kecewa aku hanya bisa aterdiam dan mengapa Ayah bisa seperti itu, “Apa kurang Ibu terhadap Ayah ? Apa salah kami kepada Ayah? mengapa Ayah tega berbuat seperti ini?” ujarku dalam hati. Sampai lah kita di salah satu tempat berbelanja , aku pun mulai berbelanja bersama kakak dan setiba nya kami di kasir , kakak bertemu dengan salah seorang sahabatnya dan menceritakan bahwa tadi dia melihat Ayah pergi dengan wanita lain . Aku dan Kakak merasa malu dan aku pun segera mengajak kakak untuk pulang lebih cepat .
Sesampainya aku di rumah , aku langsung meninggalkan sang kaka dan berlari menuju kamar, dank u kunci kamar , perasaan marah, kecewa dan emosi mulai mendera dalam hati dan pikiran aku , sampai aku tak sadar aku sudah merusak beberaoa barang yang ada di dalam kamar . Aku pun berteriak histeris karena menahan amarah sampai pada akhirnya aku mendengan Ayah pulang dan aku pun mendengar suara ramai di dalam kamar Ibu dan aku pun langsung meghampirinya dan bergegas menuju kamar Ibu dan Ayah dan mendengar suara keributan, dan aku pun melihat Ibu dan Ayah sedang bertengkar hebat .Aku memanggil kedua kakak dan adikku karena aku takut mendengar keributan mereka , kuhampiri dan segera kulerai mereka. Dan Ibu menangis, dan membuat Ayah marah dan bermain kasar terhadap Ibu, datanglah kakak pertamaku dan menangkis perbuatan Ayah tersebuat dan aku langsung memeluk Ibu . Ayah pun marah dan membentak kakak dengan suara yang sangat keras dan terjadilah perkelahian hebat antara Ayah dan Kakak , aku pun menangis melihat peristiwa ini . Ku tarik Ibu dan adik ku dan ku peluk mereka secara erat , dan pada akhirnya kakak kedua pun dating dan melihat ayah dan kakak berkelahi dia mencoba melerai nya dan apa yang terjadi Ayah semakin marah dan melayangkan tangan nya kepada kedua kakak ku , tetapi sebelum itu terjadi aku langsung memeluk kedua kakak dan aku yang terkena tamparan Ayah . Dan setelah kejadian tersebut Ayah langsung pergi begitu saja . Semenjak kejadian itu, Ayah pun tidak pernah pulang ke rumah, tetapi Ibu sama sekali tidak perduli, dan ibu pun tidak mencari tahu Ayah ada dimana tidak seperti biasa nya yang ibu lakukan terhadap Ayah , Mungkin karena rasa sakit hati dan kekecewaan Ibu yang tidak bisa dimaafkan karena perbuatan Ayah.
Hari demi hari kita lalui tanpa adanya seorang pemimpin yang biasa nya selalu ada , dan bulan demi bulan pun terlewati tanpa Ayah ,dan tepat hamper dua bulan Ayah meninggalkan kami , aku merasa rindu terhadap Ayah karena bagaimanapun dia tetap Ayah kami, aku pun hanya bisa menangis sambil memandangi dank u peluk foto Ayah yang ada . Semakin hari perasaan sedih , kangen dan rindu kasih sayang seorang Ayah dan sosok seorang Ayah . Biasa nya Ayah selalu menggangguku sampai sampai membuat aku menangis karena keisengan beliau . Dan setiap sujud ku aku selalu memohon dan berdoa , hanya seuntai doa yang bisa aku ungkapkan pada saat ini untuk menebus rasa rindu terhadap Ayah karena aku tidak tahu sososk Ayah yang aku cari ada di mana . Doa-Doa selalu aku panjatkan dan aku meminta agar Ayah bisa cepat kembali ke rumah dan berkumpul dan memulai ceirita baru lagi .
Hari ini adalah hari dimana Ayah dan Ibu ulang tahun pernikahaan yang ke-29 tahun yaitu tanggal 08 November 2013. Biasa nya Ayah mengajakku untuk memberikan kejutan untuk Ibu, dan biasanya aku , kakak-kakak ku dan sang adik selalu membuat kejutan untuk pesta pernikahn mereka . Namun pada saat ini kondisi nya sangat tidak mungikin untuk merayakan hari jadi Ayah dan Ibu, aku melihat Ibu yang sedang tertunduk di depan sajadah dan menangis dan aku pun mengajak kakak-kakak dan adiku untuk melakukan sholat berjamaah dan di pimpin oleh kakak pertama , dan kami pun berdoa dan berharap ada mukjijat dari-Nya agar Ayah bisa pulang pada hari istimewa nya ini. Aku yakin Ayah pasti ingat hari iatimewa nya . Semoga Tuhan menjawab doa kami dan membawa Ayah kembali bersama kami kembali .
Di tengah malam sekitar pukul 23.53 terdengar suara mobil berhenti di depan halaman rumah dan ada yang membuka pagar rumah lalu mulai mendekati ke dalam sisi jendela kamar ku , dengan rasa takut aku pun membuka jendela kamar dan apa yang aku lihat , ternyata ada sosok pria tampan yang sangat wagi berdiri di sisi jendela kamar ku , dan dengan rasa senang aku langsung memeluk dan ku sebut dia “ Ayaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaah !!!!!!!!!! aku pun tidak percaya karena aku baru saja berdoa dan Tuhan mendengar doa ku , Ayah benar-benar ada di hadapan ku . Dan Ayah pun masuk ke dalam jendela kamar ku seperti maling hehe , dan ternyata Ayah membawa kue dan membawa setangkai bunga untuk diberikan kepada Ibu . Aku pun langsung memberitahu Kakak dan adik ku dan kita pun langsung member kejutan kepada Ibu dan Ibu pun hanya bisa menangis haru melihan sososk Ayah ada di depan mata .
“Ayah
memeluk Ibu dan mengucapkan Selamat Hari Istimewa kita ya Bu,
“Ibu
memeluk Ayah dan menangis”
“Ayah datang untuk kalian , maafkan Ayah Bu ,
dan Ayah pun meminta maaf kepada aku , kakak dan adik ku . Ayah berucap maafkan
Ayah , dan Ayah menyesali perbuatan nya dan Ayah pun berjanji akan menebus
semua kesalahan Ayah dan ingin memulai hari hari baru bersama kembali”
“maaf
untuk apa Ayah ? ucap seorang Ibu yang terus mengalir air mata nya , dan Ibu
pun berkata Ayah tidak bersalah mungkin ini semua sudah menjadi suratan dari
yang kuasa , dan Ibu tidak dendam kepada Ayah , Ibu hanya kecewa akan semua
perbuatan Ayah”
Ayah
pun akhirnya memutuskan diri untuk pergi meninggalkan kami kembali , namun adik
ku mengejar Ayah dan memeluk Ayah erat lalu Ayah mengucapkan salam untuk Ibu
dan meminta kita untuk menjaga Ibu , aku pun tak kuasa menahan tangis karena
baru sekejap Aku dipeluk oleh seorang Ayah dan sekarang aku harus kehilangan
Ayah lagi .
Melihat
kejadian itu , akhirnya terketuk lah hati Ibu dan Ibu menghampiri Ayah dan
berkata Ibu sudah memaafkan Ayah demi kita , demi anak-anak ibu ikhlas
memaafkan Ayah .
Dan
Ayah pun akhirnya meneteskan air mata nya karena terkejut mendengar Ibu
memaafkan semua kesalahan Ayah , dan akhirnya kami semua berpelukan dan
meluapkan rasa rindu terhadap Ayah , Ibu , aku , kakak-kakak dan adik . Dan
kami pun memulai cerita baru dengan alur yang berbeda .
Dian
Ayu Pratiwi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar