Rabu, 03 Desember 2014

RAHASIA JODOH


Maha Suci Tuhan Semesta Alam...

Ketahuilah bahwasanya
Jodoh memang rahasia ilahi . Seperti disebutkan dalam hadits Ibnu Mas’ud radhiallahu ‘anhu , di saat manusia masih berada dalam perut ibunya, “Kemudian diperintahkan malaikat untuk menuliskan rezekinya, ajalnya, amal perbuatannya, kebahagiaan atau kesengsaraannya…”

Jodoh, termasuk rezeki seseorang. Jadi memang sudah ditentukan oleh Allah semenjak manusia belum diciptakan, dan sudah ditulis di Lauh Mahfuz . Dalam hal ini, kita tidak diperintahkan untuk memikirkan tentang takdir tersebut, tapi hanya diperintahkan untuk berusaha.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “ Beramallah, masing-masing akan dimudahkan melakukan apa telah dituliskan baginya .” (HR Muslim).

Sebenarnya, berusaha atau tidak berusaha, jodoh sudah ditetapkan. Tapi masalahnya bukan itu. Bahwa kita tetaplah dianggap berbuat keliru, bila kita tidak berusaha. Yang dituntut oleh Allah dari kita adalah upaya, ikhtiar dan niat baik. Jodoh tetap Allah yang menentukan. Jadi soal jodoh, rezeki dan takdir kita tidak berhak mengurusnya, tapi kita hanya diperintahkan untuk berusaha. Dengan upaya yang benar dan niat yang bersih itulah, kita akan diberi pahala. Hasilnya, Allah yang menentukan.

Semakin dekat dengan Allah, kita akan semakin memperoleh ketenangan batin yang sejati.
Sekali lagi, persoalan jodoh berada di tangan Allah, kita hanya diperintahkan untuk berusaha. Selama kita menjaga kehormatan, mengetahui rambu-rambu dalam bergaul dan berupaya memperbaiki diri, insya Allah, kita akan mendapatkan jodoh yang sesuai dengan harapan.

Wanita baik akan dipertemukan dengan pria yang baik dan begitupun sebaliknya. Asalkan niat tulus selalu dijaga. Peliharalah kualitas ibadah, dan tingkatkan dari waktu ke waktu.Sehingga saat pernikahan tiba, kita dalam kondisi iman terbaik, dan pilihan kita juga lebih didasari oleh luapan iman, bukan desakan nafsu dan syahwat.

Ketika seseorang terlambat mendapatkan jodoh, semua sudah suratan dari Allah. Soal kekeliruan, kelalaian, atau keteledoran, itu semua hanya jalannya saja. Jalan yang menyebabkan kita kesulitan mendapatkan jodoh. Kalau itu kita lakukan dengan sengaja, kita berkewajiban bertaubat. Taubat itu sudah menghapus segalanya, bila dilakukan dengan tulus. Dan dengan taubat, pengalaman masa lalu (meskipun pengalaman maksiat) menjadi pelajaran berharga.

Setidaknya, agar kita lebih berhati-hati terhadap bujuk rayu iblis. Agar kita juga menjaga anak keturunan kita kelak, untuk tidak terjerumus ke dalam kesalahan yang sama. Dan bisa jadi, Allah menyimpan jodoh yang paling layak untuk kita, yang paling mampu memberikan kebahagiaan di dunia dan akhirat, yang jodoh itu tidak bisa didapatkan kalau kita mencarinya di waktu dulu. Artinya, keterlambatan itu bisa jadi membawa hikmah besar. Hikmah yang muncul, karena kita bertaubat mendekatkan diri kepadaNya semata-mata yang Maha Mengtaqdirkan Jodoh. Insya Allah...

--Bayangan--

Dalam kehidupan fatamorgana
Langkah kaki menapak dengan pastinya
Menyusuri tiap jengkal peristiwa
Mengharap indahnya permata surga

Di sinilah seorang anak berpijak
Mencari jejak orang-orang yang bijak
Menghadapi kuatnya gelombang-gelombang ombak
Merelakan kemewahan demi menjadi seorang budak

Apa yang kamu harapkan?
Di mana kamu akan tinggal?
Siapa yang kamu jadikan panutan?
Bagaimana dengan dunia kenyataan?

Menyesaki otak dan rongga-rongga jiwanya
Menjadikan sakit oleh deritanya
Menghancurkan semua ilusi dalam hasratnya
Menghilangkan permata dunia hatinya

Sadarlah .. dia bukanlah bayangan
Dia pun tidak pantas menjadi sebuah bayangan
Walaupun seakan wajahnya berupa bayangan
Namun, kelak nanti dia tidaklah lagi bayangan

Melangkah atau bahkan berlarilah
Sedih atau bahkan menangislah
Sujud atau bahkan menghambalah
Minta atau bahkan mengemislah

Ini bukan.. bukanlah bayangan semata
Ini pun juga bukan angan-angan dalam jiwa
Nanti.. kamu sendiri akan dapat merasakannya
Bayanganmu selama ini akan menjadi kenyataan yang berharga

Sumber: www.dakwatuna.com

MAMA

Dia adalah sahabatku. Dia adalah Perempuan yg berkata "Tiap inci tubuhmu adalah keindahan. laksana kertas putih dan beraih. tangan laki2 adalah lumpur yg kotor. jgn biarkan tangan itu menyentuhmu kecuali dia telah mensucikannya dgn Mahar dan Ijab Kabul"
Dia adalah Perempuan yg berkata "Kamu adalah Ratu yg lengkap dgn mahkota bertaburkan intan dan berlian. laki2 adalah penyamun yg memiliki segala macam cara untuk merenggut mahkota itu darimu. lindungilah dgn rasa malu dan takut terhadap-Nya"
Dia adalah Perempuan yg berkata "Seberapapun hebatnya km, kelak laki2 adalah pemimpin dlm mengarungi samudra rumah tangga. sekolahlah setinggi mungkin tp km adalah perempuan yg kelak menjadi ibu, mengurus anak, dan membuat semangkuk sup untuk suamimu. boleh jd nnti penghasilanmu jauh lbh besar darinya, tetapi dlm rumah tangga kalian adalah satu kesatuan. hargai dan hormati dia 

Kamis, 02 Oktober 2014

Mendadak "Bromo"

               

                awal nya si gue ragu banget mau ikut acara ke bromo ini , karena gue mikir gada yang kenal dan cuma om fai yang gue kenal karena dia yang ngajak gue kesana .... nah sehari sebelum berangkat baru lah gue memutuskan untu "OK" ikut karena memang gue pengen banget pergi kesana , dengan sok berani akhirnya gue izin ke orang tua dan Alhamdulillah di kasi lampu hijau heheh senangnya , awalnya gue ragu buat dikasi izin karena gue lagi sering ngerasin sakit tulang gitu tapi alhamdulillah banget gue dikasih kepercayaan buat pergi .


Action gue sebelum berangkat 

              Tanggal 29 Agustus lah hari yang ditunggu tunggu dan tepat pukul 09.00 gue memutuskan untuk pergi menuju terminal ciawi untuk ketemu om fai kerena kita janjian disan untuk langsung menuju stasiun senen yang akan membawa kita berangkat ke kota malang . Setibanya si stasiun senen ternyata kita datang paling pertama dan Zonk semua anggota belum pada dateng , akhirnya kita memutuskan untuk menunggu di ruang tunggu , dan waktu dzuhur pun tiba kita dan akhirnya teman-teman rombongan datang juga dan satu pun ga ada yang gue kenal syedihnya hehe . Berangkatlah kita menuju kota malang sepanajang di perjalanan kereta gue ngerasa asing karena bukan gue banget yang sok diem diem gitu hehe , karena gue biasanya rame dimanapun itu . Tapi gue pikir yasudahlah yang penting gue sampe dulu di tujuan , nyampe lah kita sekitar jam 02.00 tengah malam wooooow amazing banget kan yang harusnya masih tidur itu gue harus kelayapan di kota orang hehe , kita menuju mesjid agung terkebih dahulu untuk beristirahat dan gue ternyata ga satu mobil sama om Fai yang bawa gue , tapi disitu ada hikmahnya gue bisa ketemu sama Rima dan Eno mereka yang menemani gue selama perjalanan di sana .... dan setelah kita ngobrol sana sini dan ternyataaaaaa gue sama Rima mempunyai hobi yang sama dan disitulah mulai kekonyolan kami dimulai hehe ....

dian , rima , eno pas diperjalanan

dian , rima , eno di tiba di curug madakaripura







Kamis, 10 Juli 2014

Lirik Lagu Dewi Sandra - Aku Pulang

Dengarlah suaraNya memanggil namamu
Coba lihat cahayaNya, sinari hatimu
Dengarlah Dia, rasakan Dia
Rahasia cinta semesta

Bukan rahasia, ya Sang Maha Esa
Lihat dengan hati terbuka
Kembali kepadaNya

Aku pulang, aku pulang
Aku pulang, aku pulang
Kembali kepadaNya

Dengarlah Dia, rasakan Dia
Rahasia cinta semesta
Bukan rahasia, ya Sang Maha Esa
Lihat dengan hati terbuka
Kembali kepadaNya

Aku pulang, aku pulang
Aku pulang, aku pulang
Kembali kepadaNya

Dengarlah Dia, rasakan Dia
Rahasia cinta semesta
Bukan rahasia, ya Sang Maha Esa
Lihat dengan hati terbuka
Kembali kepadaNya

Dear Diary

Alhamdulillah….
saya bisa bertemu lagi di bulan Ramadhan. 
Karena menurut saya Ramadhan adalah bulan yang istimewa, bulan penuh ampunan dari segala nikmat yang Allah berikan dan bukan cuma buat saya saja tapi juga buat seluruh umat muslim yang menjalankannya . 
Dan setelah saya merenungkan tentang bulan bulan sebelum nya ,  di dalam sebelas bulan yang telah lalu , biasanya apa yang kalian kerjakan dan lakukan ? 
kalau saya lebih banyak menghabiskan waktu untuk kerja..kuliah….kerja....kuliah... setiap hari saya lakukan seperti itu dan terus monoton dari hari ke hari kecuali hari Minngu ya itu waktunya saya menghabiskan waktu bersama keluarga di rumah atau terkadang keluar rumah hanya untuk sekedar berjalan jalan di mall atau makan di luar rumah , karena bagi saya waktu berkumpul bersama keluarga itu hal yang sangat membahagiakan dan sangat saya tunggu tunggu momen seperti itu karena mungkin efek rutinitas saya yang setiap hari nya seperti itu .
Dan akhirnya tibalah hari yang sangat istimewa bagi umat muslin yaitu bulan Ramadhan , pada saat bulan Ramadhan, saya punya kesempatan lebih banyak untuk ibadah.
Rasanya menyenangkan sekali saat Ramadhan, saya menjadi lebih banyak waktu luang untuk bersilaturahmi dengan keluarga lebih banyak lagi .  Dan saya merasa sangat beruntung bisa berkumpul dengan orang tua , kaka dan adik saya .
Karena kesempatan seperti ini sangat langka buat saya karena mungkin kesibukannya apa sok sibuk ya ( hehehe ) ya karena kan kerja juga kebutuhan bagi saya untuk bisa melanjutkan kuliah dan bisa membahagiakan orang tua dan keluarga saya nanti ( amiiin ) .. 
Di bulan Ramadhan ini saya merasa bagia karena jam kerja pun menjadi lebih siang dari biasa nya jadi saya bisa menghabiskan waktu lebih lama di rumah dan mendekatkan diri kepada yang Maha Esa ... , tapi pada saat waktunya terawih saya terkadang tidak bisa melaksanakan nya bareng sama keluarga karena saya harus mencari ilmu , terkadang kalau sudah pulang larut malam rasanya itu malas dan lelah banget buat terawih sendiri . Tetapi Alhamdulillah saya mempunyai Ibu yang super duper the best deh buat saya dia selalu mengingatkan saya untuk belajar terawih sendiri walau terkadang suka malees malesan ya karena sendirian kadang suka ogah ogahan gitu deh dan keburu ngantuk hehe ...
oh iya pada saat Ramadhan saya punya makanan wajib loh saat buka puasa, harus selalu ada kolak pokonya yang berbau manis deh atau pun es kelapa tapi yang pake gula merah ya , Nyaaammmmi ….
Kata banyak orang “Ramadhan itu bulan penuh berkah”, "Ramadhan itu bulan penuh ampunan"
I love Ramadhan…..

Dear Diary

Dalam setiap perubahan selalu sulit diawalnya, tapi jika kita mau belajar dan mengerjakannya, dan akhirnya kita bisa bertahan. Sekarang ini saya seperti anak yang baru saja lahir ke dunia dan dia tidak mengerti arti kehidupan dengan wajah nya yang begitu polos , yang butuh di jaga , dan di rawat setiap hari nya . Hal yang sama saya lakukan, saat duduk di bangku sekolah dasar , sekolah menengah pertama , dan sekolah menengah atas , disana saya belajar dan terus belajar di bantu oleh orang tua dan guru . Tanpa mereka saya ini nol banget dan tidak ada apa apa nya , saya terus di bimbing agar menjadi anak yang pintar dan mengerti kehidupan itu seperti apa . Sama dengan hal nya saya memutuskan untuk berjilbab, tadinya saya belum ngerti berjilbab itu apa , terus saya bertanya kepada orang yang mengerti, karena itu menjadi ilmu, bekal saya nanti . Karena semua yang terjadi dalam kehidupan kita,  engga akan bisa kita tahu sampai kita mengerjakannya sendiri dan mencari tahu . Karena setiap orang memiliki perjalanan mereka sendiri spiritual, perjalanan fisik mereka sendiri, perjalanan mental mereka sendiri, yang harus dijalaninya, tapi kalo kita menjalaninya dengan iman dan yakin , InsyaAllah semuanya berjalan dengan lancar. Saya hanya beriman, niat saya baik, mudah-mudahan apa yang saya dapet juga baik . 
Tidak peduli masa lalu kita seperti apa , asal kita berani berubah di jalan yang lebih baik kenapa tidak toh tidak ada rugi nya untuk kita yang ada ini membantu kita untuk lebih giat lagi belajar terus di jalan yang lebih baik lagi . Tidak usah mendengar omongan orang di luar sana yang men-JUDGE kita seperti apa karna apa yang kita lakukan apa yang kita jalani semata mata ikhlas karena Allah bukan karena seseorang . Karena segala sesuatu yang di lakukan atas dasar karena Seseorang itu tidak akan berjalan dengan lancar . 
Change is always difficult in the beginning, but you learn and you do, and eventually you get to hang of it, that’s what I believe.
Saya hanya ingin belajar, karena dalam hidup ini kita wajib belajar…Kalo kita gak mau belajar, you’ll gonna stay on the one spot and you’ll never grow. Kita akan tetap berada di satu titik dan tidak pernah tumbuh….

Rabu, 28 Mei 2014

kisah ( cinta )

Cinta merupakan sebuah mutiara yang terpendam sangat dalam di dasar lautan .
Dimana mutiara itu awalna tidak jelas dan tidak tanpa ada sesuatau yang istimewa dan dari sisi manapun tak terlihat bagus maupun jelek .
Perjalanan untuk membuat mutiara terbentuk , yang dapat dirasakan dan dilihat secara nyata dalam bentuk dan rupa maupun dalam hirupan udara di sekitar mutiara tersebut menjadi lebih baik atau buruk , tergantung dari proses manusia yang membentuk semua itu .

Kadang mutiara yang tidak indah pada awalnya , akan terlihat dan terasa indah , dan kadang mutiara yang pertama melihat begitu indah dan mempesona , lama kelamaan sirna dalam sekejam mata , tak tahu kenapa dan tak tahu sebabnya .

Cinta adalah dua sisi yang harus dirasakan dan dibentuk menjadi perpaduan yang indah dan mempesona yang tidak hanya dilihat dan dibentuk , tapi berjalan sesuai dengan waktu sehingga waktulah yang menjadi jawaban dan waktu pula yang akan memperlihatkan bentuk cinta yang ada .

Cinta adalah pembentukan dari dua sisi yang saling melengkapi dan saling memperdulikan dimana cinta tidak sepihak dan tidak sekehendak serta tidak menjadi suatu pembentukan tapi menjadikan suatau keindahan yang tidak ada dua nya .

Cinta tidak hanya diucapkan , diperlihatkan , serta diukir , namun cinta akan berjalan seiring waktu dan proses waktu yang akan menjawab apakah cinta itu indah atau tidak , sehingga dapat ditentukan langkah yang benar dalam membendung cinta itu .

Cinta tidak dapat dibeli , tidak dapat dijual , namun akan terbentuk sendiri dengan ketidaktahuan dan tidak direncanakan . Cinta datang bagaikan mutiara yang muncul dari dasar laut tanpa ada yang tahu dan tanpa ada yang menunggui . Cinta adalah suatu rasa yang bisa dirasakan tapi tidak dapat dikatakan dengan kata-kata , seindah apapaun kata itu tidak akan membentuk rasa yang datang dan tidak dapat memndam rasa yang terus berjalan .

Cinta bukan kata yang terbentuk dari huruf-huruf , dan bukan suatau ucapan yang ada dipasaran . Cinta , kata yang tidak perlu didebatkan dan tidak perlu dikaitkan dengan berbagai mcam ilmu yang ada . Cinta adalah ilmu yang ada sejak manusia ada dan sejak manusia dilahirkan membawa cinta yang ada dalam dasar samudera .

Selasa, 29 April 2014

Tak Terganti

Ketika kupandang lekat pada sudut matamu
Tersimpan derita yang begitu mendalam
Aku tahu disana banyak tersimpan air mata untuk kami anakmu

Air mata yang telah kami lakukan
Ibu
Kamu selalu berharap kami anakmu yang kan jadi nomor satu
Namun sering kali kami melawan dan melalaikan perintahmu

Kami selalu membuatmu bersedih
Mulai sekarang aku bertekad untuk menghapusair matamu...
dan menggantinya dengan canda dan tawa

Terima kasih Ibu
Kau takkan pernah tergantikan di dalam hati kami anakmu

Rabu, 26 Maret 2014

Food Recipes

Assalamualaikum Beautiful,

I'd like to share my food recipes, they are "Chicken Mushroom Mozarella" and "Penne Schotel in Double Pan". Due to avoid mis-perception regarding cooking step, I'll convey the recipe in Bahasa okay..


Chicken Mushroom Mozarella



Bahan-Bahan:
- Dada ayam fillet (tanpa kulit), pipihkan sedikit
- Keju Mozarella 
- Butter
Campuran tepung: 
- Tepung terigu 100gr
- Tepung maizena 1 sdm
- Keju parmesan 2 sdm
- Parsley/ Seledri 1 sdt (cincang halus)
- Daun Bawang 1 sdt (cincang halus)
- Daun Oregano 1sdt (cincang halus)
- Garam secukupnya
- Merica halus secukupnya sesuai selera
Tumisan Jamur:
- Jamur coklat 4 bh (potong-potong)
- Bawang putih 3 butir, geprek lalu cincang
- Paprika merah, potong dadu

Cara memasak:
I. Tumis jamur
1. Panaskan minyak secukupnya di wajan, kemudian masukkan bawang putih masak hingga harum
2. Masukkan jamur dan paprika, masak hingga matang lalu tambahkan garam, gula dan merica sesuai selera

II. Memasak ayam
1. Campurkan semua bahan baluran tepung yang ada diatas, aduk rata
2. Siapkan ayam fillet yang sudah agak pipih kemudian balurkan kedalam tepung yang sudah di siapkan tadi
3. Setelah tepung menyelimuti ayam dengan merata, sisihkan sebentar
4. Panaskan sedikit minyak diwajan tahan panas
5. Masukkan ayam yang telah dibaluri tepung ke dalam wajan, tunggu 3 menit sampai 1 sisinya matang kemudian balik
6. Setelah dibalik, masukkan butter kedalam wajan hingga mengenai ayam yg sedang dimasak
7. Setelah matang, angkat tiriskan minyak berlebih lalu letakan dipiring saji

III. Penyajian
1. Letakan ayam yang sudah digoreng di atas piring saji
2. Siramkan jamur dan paprika yang sudah ditumis diatas ayam
3. Taburkan keju mozarella parut diatasnya
4. Masukkan kedalam microwave dengan temperature Med-High selama kurang lebih 5 menit
5. Sajikan bersama sayuran kegemaran kamu, karena sayur penting lhooo..
6. Siap makan selagi panas dan keju masih meleleh.. yuummmm..
Penne Schotel in Double Pan



Sebenarnya kenapa "in double pan"? karena dirumah gak ada wadah tahan panas yang bisa dipakai untuk manggang si penne ini.. hehehe.. yang ada cuma double pan yang iklannya sering di TV itu lhooo.. yuk mari simak resepnya

Bahan-bahan:

- Pasta makaroni/ penne (biasanya sih makaroni ya, tapi berhubung adanya penne, ya pake penne ajah), rebus hingga al dente (kenyal dan tidak lembek)
- Daging asap/ ayam potong dadu/ kornet 
- Keju cheddar parut
- Susu putih full cream
- Bawang bombay & Bawang Putih (tumis terlebih dahulu)
- Garam
- Lada
- Kaldu sapi bungkusan 1 
-Wortel, potong dadu lalu rebus
-  Telur 2 butir (kocok lepas)

Cara membuat:

1. Campurkan semua bahan yang ada diatas, sambil dicicipi apakah rasanya sudah pas atau belum
2. Sambil dicicipi, sambil tambahkan garam dan lada halus
3. Masukkan bahan yang sudah dicampur kedalam double pan, oiya selagi memasak sambil mengukur juga ya kemampuan tampung si double pan ini
4. Tutup double pan dan tunggu sampai makaroni matang, kurang lebih 20 menit
5. Cara mengecek apakah sudah matang atau belum, tusuk bagian tengah makaroni schotel menggunakan garpu, dan apabila makaroni sudah tidak menempel-nempel pada garpu, tandanya sudah matang dan siap saji
6. Tunggu hingga makaroni tidak terlalu panas agar lebih kuat untuk diangkat, kemudian pindahkan ke wadah lain.
7. Potong sesuai selera dan sajikan deh..

Selamat mencobaaa..!!
 

Aerosmith – I Don't Want To Miss A Thing

I could stay awake just to hear you breathing
Watch you smile while you are sleeping
While you're far away and dreaming
I could spend my life in this sweet surrender
I could stay lost in this moment forever
Where every moment spent with you is a moment I treasure

Don't want to close my eyes
I don't want to fall asleep
Cause I'd miss you babe
And I don't want to miss a thing
Cause even when I dream of you
The sweetest dream will never do
I'd still miss you babe
And I don't want to miss a thing

Lying close to you feeling your heart beating
And I'm wondering what you're dreaming
Wondering if it's me you're seeing
Then I kiss your eyes
And thank God we're together
I just want to stay with you in this moment forever
Forever and ever

I don't want to close my eyes
I don't want to fall asleep
Cause I'd miss you babe
And I don't want to miss a thing
Cause even when I dream of you
The sweetest dream will never do
I'd still miss you babe
And I don't want to miss a thing

I don't want to miss one smile
I don't want to miss one kiss
I just want to be with you
Right here with you, just like this
I just want to hold you close
Feel your heart so close to mine
And just stay here in this moment
For all the rest of time Yeah yeah yeah

I don't want to close my eyes
I don't want to fall asleep
Cause I'd miss you babe
And I don't want to miss a thing
Cause even when I dream of you
The sweetest dream will never do
I'd still miss you babe
And I don't want to miss a thing

I Don't want to close my eyes
I don't want to fall asleep
Cause I'd miss you babe
And I don't want to miss a thing
Cause even when I dream of you
The sweetest dream will never do
I'd still miss you babe
And I don't want to miss a thing

Don't want to close my eyes
I don't want to fall asleep
And I don't want to miss a thing

Mana Yang Disuka ??????

cinta adalah kepercayaan diri, cinta adalah kepercayaan diri sendiri, lama sebelum hal ini merupakan kepercayaan kepada orang lain.

cinta adalah perasaan aman pada diri sendiri dalam kaitannya dengan hari esok kita tidak pernah mengenal cinta orang lain, jika kita mencintai diri sendiri, kepercayaan membutuhkan keyakinan, mempercayai berarti menghapus kendali bahwa kita menipu diri sendiri, sehingga berpikir seperti yang dilakukan sekarang ini.

mencintai orang lain berarti menjadi terbuka dan merasakan apa yang dirasakan orang lain, namun apapun yang terjadi pada hubungan itu, kita tidak akan kehilangan diri karenanya, sehingga jika hal itu tidak ada, kita tetap ada, ini berarti berhubungan tanpa kehilangan.

ketakutan akan kehilanganlah yang membuat kita tidak menyatu, dan ini disebabkan kurangnya kepercayaan pada diri sendiri yang ada pada pusat ketakutan didalam diri, sehingga menyebabkan kurangnya kepercayaan.

bebas berarti menciptakan struktur diri sendiri, dan ini menakutkan selam seseorang atau sesuatu mengendalikan dan mengatur kita, kita tidak dapat merasa aman, karena akan ada sesuatu atau seseorang diluar diri sendiri yang menentang keinginan kita untuk membangun pertahanan diri dan karenya kita harus tetap waspada.

kita dapat mengubah masa depan kita dengan mengubah pikiran, kita memiliki kemampuan ini, semua yang kita lakukan dalam hidup ini adalah penting. kita semua adalah bagian dari dunia, dan karena apa yang ada diluar dari diri kita semata mata merupakan refleksi dari siapakah diri kita...

ada orang yang berusaha keras mencari cinta sampai keseberang lautan namun tidak mendapatinya, ada seseorang yang memiliki cinta sejati didalam dirinya namun tidak melihatnya.

bertindaklah dengan cara yang seharusnya, karena jika kita terus bertingkah laku tanpa berpikir, hanya mengulang, bukan hanya kita tidak menemukan cinta tapi kita akan mati.

yakinilah hidup kita adalah kepedihan yang seharusnya kita nikmati, karena suatu saat kita akan bersyukur ketika dengan tanpa disangka kita menemukan kenikmatan , namun keyakinan itu harus tetap konsisten.

buatlah perubahan menurut apa yang kita yakini dan biarkan ia menciptakan persepsinya secara wajar tanpa tekanan dari kita, sementara kita membuat perubahan2 baru lainnya, sehingga konsekuensi semuanya menciptakan wajah diri kita.

kayakinan dibutuhkan untuk mengetahui bahwa ketakutan kita hanyalah pada rasa takut itu sendiri,

kita akan merasa takut kehilangan setelah kita melakukan pemaksaan kemestiaan pada alam bahkan tuhan padahal itu bukan hak kita.

berpikirlah kedepan dengan wajar dan optimis karean jika kita mempertahankan masa lalu dan menolak perubahan bahkan kebenaran, kita sebenarnya mengalami kemunduran berpikir bahkan kematian.

inti cinta adalah kemampuan melepaskan diri, melepaskan diri dari egosentrisme yang membuat tindakan mencintai orang lain dan keadaan jatuh cinta lebih penting dari pada makna yang mendasari cinta itu sendiri.

Sahabat

Di penghujung hari, aku berdiri di depan jendela kamarku yang sengaja kubuka sembari memandang bintang yang tidak pernah lelah menghias malam. Saat ini pukul 11.35 pm tetapi mataku belum juga terpejam. Terlalu banyak masalah yang sedang memenuhi pikiranku. Ada-saja masalah yang terjadi dalam hidupku ini. Padahal, aku ingin sehari saja hidup tanpa masalah. Namun, aku hanyalah manusia biasa yang memiliki sekedar keinginan. Aku hanya bisa berdoa dan Dialah yang menentukannya.

Di langit, aku melihat sebuah bintang yang cahaya sangat terang. Terangnya lebih daripada bintang yang lainnya. Ingin sekali aku memetik bintang itu dan ku genggam erat dengan tanganku. Namun, hal itu tidak mungkin terjadi. Menurutku, ada tiga alasan yang membuatnya tidak mungkin. Pertama, bintang itu sangat jauh. Kedua, bintang lebih besar dari tanganku walau dari kejauhan memang terlihat kecil. Ketiga, bintang itu pasti memiliki panas. Oleh sebab itu, lebih baik aku hanya menikmatinya saja. Itu sudah lebih dari cukup.
Ku lihat jam di dinding kamarku yang terpajang indah di dinding yang ada di depan meja belajarku. Ya, aku sengaja memasang benda itu di dinding depan meja belajar agar aku bisa dengan mudah melihat waktu saat aku belajar. Dengan begitu, aku dapat mengontrol belajarku.
 
Pukul 01.45 am, aku mulai menguap. Aku pun memutuskan untuk tidur. Sebelum tidur, aku menutup jendela kamarku terlebih dahulu. Setelah itu, aku merebahkan badanku di atas ranjang. Dan beberapa menit kemudian aku tebuai dalam mimpi.

Beberapa jam kemudian…
Di pagi buta, sekitar jam 03.00am, aku terbangun akibat handphoneku bordering dengan nyaringnya dan mengganggu tidurku. Aku melihat handphoneku, orang yang menelepon itu adalah Ela, sahabatku. Dia tidak mungkin telepon di pagi buta seperti ini kalau bukan ada kepentingan mendesak. Aku memutuskan untuk mengangkat teleponku.
“Fin, ini benar-benar gawat…!” serunya di seberang sana. Dari suaranya, aku tahu dia sedang menghadapi masalah besar.
“kenapa?kenapa?”
“fin…fin…” Dia tak bisa berbicara dengan baik karena nafasnya tersengal-sengal.
“tarik nafas panjang dan hembuskan, tenangkan dirimu, bicara pelan-pelan.” Aku memberinya saran atau lebih bisa disebut sebagai instruksi.
Aku mendengar dia mengikuti instruksiku. Menarik nafas panjang dan menghembuskannya. Tenang sejenak, beberapa saat kemudian, dia mulai berbicara dengan pelan-pelan, “laporan dan data penelitian ilmiah kita hilang.”

Deg. Kenapa bisa hilang? Yang benar saja, laporan itu telah aku dan Ela buat dengan susah payah. Dan sekarang, semuanya hilang begitu saja. Aku sebenarnya marah karena dia tak bisa menjaganya dengan baik. Akan tetapi, aku mencoba untuk menahan amarahku dan bertanya, “kenapa bisa terjadi?”
“Aku ngga tahu, Fin. Semuanya ilang gitu aja..” jawabnya.
“ya udah, nanti kita cari atau kalau tidak kita buat lagi.”
“Fin, maafin aku, aku ngga bisa jaga sesuatu yang telah kita buat susah payah..” ucapnya dengan penuh penyesalan.
“udah, ngga apa-apa.”
***

Aku berangkat ke sekolah dengan malas. Aku begitu berantakan. Kulit kusam, mata berkantung hitam seperti panda. Ini terjadi karena aku kurang tidur. Aku hanya tidur satu jam lebih 15 menit. Setelah Ela meneleponku, aku tidak bisa tidur lagi karena memikirkan masalah penelitian ilmiah itu.

Di koridor kelas, aku bertemu dengan Ela. Wajahnya tidak lebih baik dari aku. Dia juga sama berantakannya denganku. Saat bertemu denganku, dia kembali menunjukan penyesalanannya. Aku lihat dia benar-benar menyesal telah begitu ceroboh. Sebenarnya, ini bukan murni kesalahannya. Ini juga salahku, kesalahan kami bersama. Kami tidak menjaga dengan baik sesuatu yang sangat penting ini.

Aku mencoba menenangkannya dan menjelaskan kalau semua ini bukan murni salahnya. Perlahan-lahan, dia mulai membaik dan tenang. Setelah benar-benar tenang, aku mengajaknya pergi ke kelas bersama. Di tengah perjalanan menuju kelas, aku berpapasan dengan Rama. Rama, seseorang yang minggu kemarin menyatakan cintanya padaku tetapi aku menolaknya. Aku memiliki segudang alasan kenapa aku menolaknya. Akan tetapi, yang paling utama adalah aku tidak memiliki perasaan lebih padanya selain sebagai teman satu sekolah.

Sikap Rama begitu dingin padaku. Mungkin, dia tidak terima karena aku menolaknya. Selama ini dia memang terkenal sebagai Prince Charming yang tidak pernah ditolak cewek. Jadi, kalau dia bersikap dingin padaku, ini tidak terlalu aneh. Akan tetapi, ada sesuatu yang menurutku sangat aneh. Rama tersenyum dengan manis tapi terkesan tidak ikhlas pada gadis yang disampingku, Ela, dan Ela membalasnya dengan senyum manis yang ceria. Biasanya Rama tidak pernah bersikap seperti ini pada Ela. Melihat saja kadang ogah-ogahan.
“Pagi, Ela.” Ucap Rama, dia bahkan menyapa Ela.
“Pagi juga, Rama.” Ela membalas sapaan Rama.
Aku menyikut lengan Ela dan menanyakan perihal keanehan Rama. Aku menanyakannya setelah Rama pergi tentunya. Mana mungkin aku berani bertanya tentang Rama jika Rama ada di depanku. Dia menjawab pertanyaanku dengan ketus “memang salah dia menyapaku? Aneh?”. Setelah menjawab pertanyaanku dengan nada yang tidak mengenakan itu, Ela langsung pergi meninggalkanku. Dia benar-benar aneh. Tadi raut wajahnya penuh rasa penyesalan tetapi sekarang dia lebih terlihat marah dan sebal. Dia marah padaku?
Di kelas, sikap Ela bersikap cuek padaku. Berbeda 180o dari tadi pagi. Berkali-kali aku berusaha membuatnya tersenyum dan mau berbicara padaku. Namun, hasilnya nihil. Aku lelah untuk membujuknya lagi. Besok aku akan mencobanya.
***

Siang harinya, sepulang sekolah, aku menemui Bu Endang, pembina Ekstrakurikuler PIR. Aku datang tanpa Ela. Dia langsung menghilang sesaat setelah bel panjang berbunyi. Aku datang ketempat itu untuk meminta perpanjangan waktu. Perpanjangan waktu untuk menyelesaikan menyelesaikan laporan dan data penelitian. Seharusnya, hari ini sudah dikumpulkan.
“tunggu disini, sebentar lagi Bu Endang akan datang.” Ucap salah seorang guru yang juga mengajar di kelasku, namanya Bu Farida. Aku hanya mengangguk sambil tersenyum.
“Ya, Finda…” Orang yang aku tunggu-tunggu telah datang dan menyapaku.

Aku pun menjelaskan maksud kedatanganku menemui Bu Endang. Bu Endang mendengarkanku dengan baik. Tak lama kemudian, Bu Endang setuju untuk memberi tenggang waktu. Akan tetapi, hanya dua hari yang beliau berikan untuk kelompokku. Aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan kedua yang telah diberikan oleh Bu Endang.
“terimakasih, Bu. Sekali lagi terima kasih…” Ucapku pada Bu Endang. Bu Endang tersenyum dengan lembut.
***

Berulang kali aku menelpon Ela. Akan tetapi, dia tidak mengangkatnya. Dia sungguh aneh. Aku harus ke rumahnya untuk mengerjakan tugas bersama. Aku pun ke rumah sahabatku itu dengan mengendarai sepeda kesayanganku yang berwarna hijau.

Ada pemandangan yang cukup menarik saat aku tiba di dekat rumah Ela. Aku melihat Ela keluar dari sebuah mobil mobil mewah berwarna merah metallic, Ferrari F70. Di sekolahku, Orang yang memiliki mobil mewah seharga kurang lebih 10 Miliar itu hanyalah Rama. Ya, mobil itu memang milik Rama. Aku semakin yakin saat aku melihat Rama keluar dari mobil itu dan berbicara pada Ela.

Bagaimana mereka bisa sedekat ini? Sungguh aneh dan cukup menarik perhatianku. Cukup menarik juga untuk diselidiki karena pasti ada ‘sesuatu’ dibalik semua ini. Akan tetapi, aku tidak mungkin menyelidikinya, tidak mungkin. Ingat, Ela itu sahabatku. Kalaupun memang benar ada ‘sesuatu’, nanti juga akan terbuka dengan sendirinya tanpa perlu diselidiki.

Setelah Rama dan mobilnya itu pergi, aku mendekati Ela. Aku berpura-pura tidak melihat dia datang bersama Rama. Aku tidak mempedulikannya.
“hi, La. Kamu kok ngga angkat teleponku?” tanyaku pada Ela.
“Emm aku..ngga bawa handphone” jawabnya, terdengar kaku.
“ada kabar bagus buat kita.”
“apa?”

Aku mencerritakan kabar bahagia tersebut, kesempatan kedua dari Bu Endang. Dia juga terlihat senang dan mengajakku untuk masuk ke dalam rumahnya. Setelah sampai di ruang tamu, dia mempersilahkanku duduk. Sementara dia mengambil minuman untukku, aku mempersiapkan beberapa bahan yang diperlukan.
“ini, Fin, minumnya..”
“makasih, La”

Aku langsung menengguk jus orange yang dibuat oleh Ela. Tenggorokanku yang sangat kering terasa sejuk saat air jus orange melewati tenggorokanku. Sedari tadi aku memang haus. Maklumlah, aku mengayuh sepeda dari rumahku sampai ke rumah Ela yang jaraknya tergolong jauh.
“kita mulai darimana ya?” tanyaku, Ela hanya diam. Dia malah terlihat melamun. Aku tidak bisa membaca pikirannya kali ini. Belakangan ini dia memang bersikap aneh. “Ela..halo halo..” aku mengibas-ibaskan tanganku di depan wajahnya untuk menyadarkannya dari aktivitas melamunnya.
“eh..ya, Fin..aa apa..?” tanya Ela padaku dengan gugup. Dia seperti orang yang baru saja tersadar dari mimpi buruknya.
“La, apa kamu punya sesuatu yang disembunyikan dariku?” entah mengapa aku bisa bertanya seperti itu pada Ela.
“tidak.” Jawabnya singkat dan terlihat tidak wajar. Dia memang jarang berbicara singkat padaku. Akan tetapi, aku berusaha untuk tidak mempermasalahkannya.
“emm baiklah..ayo kita lanjutkan.”
“baiklah, mari kita lanjutkan.”
Aku dan Ela berkolaborasi untuk melanjutkan penelitiannya bersama-sama. Menyusun laporan dan berbagai macam data yang telah hilang.
***

Hari ini adalah hari dimana aku dan Ela serta kelompok lainnya mempresentasikan hasil penelitian. Jantungku berdegup lebih kencang daripada biasanya. Aku merasa laporan dan data yang telah kelompokku buat tidak sebaik data pertama yang telah hilang. Banyak sekali kekurangan karena waktu yang kami miliki begitu terbatas. Hanya dua hari, sedangkan data yang hilang itu membutuhkan waktu lebih dari satu bulan.

Kelompok yang mendapatkan kesempatan pertama untuk presentasi adalah kelompok Rama. Rama maju kedepan, dia terliat begitu percaya diri saat memasukan flashdisknya ke dalam laptop milik sekolah lalu membuka slide power point milik kelompoknya, tentu saja.

Namun, aku melihat ada keanehan pada slide yang mereka tampilkan. Isinya aneh. Aku sangat mengenali data yang mereka presentasikan. Data yang mereka tampilkan sama persis dengan milik kelompokku yang hilang. Tentu saja, aku sangat tidak terima. Ternyata, Rama yang telah mencuri data kelompokku.
Ku kepalkan tanganku, geram. Aku ingin sekali melampiaskan amarahku pada orang itu. Akan tetapi, aku tidak mungkin melakukannya. Aku harus menahan amarahku. Aku terus menatap Rama tajam saat dia mempresentasikan data yang bukan miliknya itu. Saat presentasinya berakhir, semua orang yang ada di ruangan itu memberi tepuk tangan yang meriah. Rama tersenyum dengan bangganya, begitu juga dengan teman sekelompoknya. Dua orang itu sama saja.

Kini, tiba saatnya aku dan Ela mempresentasikan hasil kerja kami. Aku harus yakin presentasi ini berjalan dengan lancar walaupun temanya sama dengan data yang Rama dan temannya sampaikan. Selama presentasi berlangsung semua orang yang ada di hadapanku menatap tajam seolah mempertanyakan kok sama? Dalam hal ini mereka kira aku yang salah. Padahal, seharusnya bukan aku yang salah tapi Rama. Meski begitu, presentasi tetap berjalan dengan lancar. Walaupun tidak ada tepuk tangan meriah saat aku dan Ela mengakhiri presentasi kami.
***

Semua kelompok yang ada di ruang multimedia sudah menyelesaikan presentasi mereka. Suasana ruang multimedia menjadi sepi, hanya ada aku dan Rama. Rama masih sibuk memasukan peralatannya ke dalam tas. Disaat itulah aku datang menghampirinya.
“ehm…pakai cara apa tuh ngambil datanya?” tanyaku pada Rama. Rama mendongakkan kepalanya untuk melihatku. Posisinya sekarang duduk sedangkan aku berdiri.
“cara yang tidak pernah terlintas sedikitpun diotakmu.”

Aku memutar otakku tapi aku tak paham dengan jawabannya. “maksudmu?”
“tanyakan saja pada sahabatmu.” Jawabnya lagi. Dia menggendong tasnya, lalu berdiri sebelum akhirnya dia pergi. “oh ya, satu lagi. Aku ngga nyuri data kamu, aku cuma minta.” Tambahnya sebelum pergi.
***

Keluar dari ruang multimedia, aku langsung menemui Ela di kelasnya. Dan aku langsung menanyakan perihal data penelitian. Aku bertanya tanpa berpikir panjang karena terbawa emosi.
“kamu ya yang ngasih data itu ke Rama?” tanyaku tanpa basa-basi. Ela tidak menjawab pertanyaanku. “data itu ngga hilang ‘kan?”
“kamu nuduh aku?”
“aku tanya bukan nuduh. Atau mungkin memang kamu yang merasa tertuduh.”

Ela mengeluarkan beberapa kalimat yang berisi pembelaannya. Entah kenapa dia bersikeras untuk tidak mengakuinya. Padahal, aku sudah tahu kalau memang dia berbohong. Aku bukan begitu saja mempercayai orang lain daripada sahabatku. Akan tetapi, bahasa tubuh Ela memang mengatakan begitu. Dia berbohong.
“baiklah kalau kamu ngga mau mengakuinya. Tapi, aku udah tahu kok. Aku hanya ingin kamu jujur, jika kamu masih menganggapku sahabatmu.” aku pasrah.
“iya, memang aku melakukannya.” Ucap Ela setelah lama membisu.
“tapi, kenapa?”
“an interesting offer.”
“maksudnya?”
“kamu tahu, aku sudah lama menyukai Rama tapi Rama menyukaimu. Sebenarnya, bukan hanya Rama. Orang yang menyukaimu sebelumnya juga begitu. Aku menyukai mereka tapi mereka menyukaimu. Aku lelah. Dan hari itu ada sebuah tawaran menarik dan bodoh dari Rama. Dia mau menuruti apa mauku asalkan aku bersedia memberikan data-data itu. Aku menerimanya begitu saja, seperti terhipnotis.” Jelas Ela panjang lebar.
“aku lega, ternyata kamu masih menganggapku sahabatmu. Kamu sudah berkata jujur.” Ucapku lantas memeluknya, pelukan sahabat.
“maafkan aku, La. Aku sudah mengecewakanmu. Menghapus mimpimu untuk ikut lomba PIR tahun ini.”
“sudahlah. Ada data itupun belum tentu lolos.”
***

Hari pengumuman kelompok pemenang yang akan mengikuti lomba PIR mewakili sekolah. Semua menunggu dengan jantung yang berdegub lebih cepat daripada biasanya. Mereka semua ingin terpilih tetapi hanya satu pasangan yang berhak ikut.
“saya umumkan kelompok yang mewakili sekolah kita adalah..” Bu Endang sengaja menggantungkan kalimatnya. “adalah kelompok Finda dan Ela.” Lanjut Bu Endang.

Aku tidak percaya kalau namaku disebut. Begitu juga dengan Ela.
“selamat untuk Finda dan Ela. Untuk yang lain jangan kecewa, masih banyak lomba PIR yang lain..”
Semua orang yang ada di ruangan tersebut memberi selamat kepadaku dan Ela. Akan tetapi, itu tidak termasuk Rama. Rama pergi sesaat setelah pengumuman. Dia terlihat begitu kecewa. Ya, dia sangat menginginkan kesempatan ini. Akan tetapi, dia telah berbuat curang. Mungkin, itu juga buah dari kecurangannnya. Curang belum tentu menang.
***

Aku berbaring di atas rerumputan taman belakang bersama Ela. Malam ini Ela menginap di rumahku. Kami berdua tengah menatap bintang-bintang yang sangat indah menghias langit malam. Beberapa hari terakhir kami mendapat banyak masalah dan saat ini kami sedang merenungi untuk diambil hikmahnya.
“kau tahu kenapa kita menang?” tanyaku pada Ela yang tampak tersenyum menatap langit. Dia sudah kembali menjadi sahabatku yang seperti biasanya.
“karena kita memang ditakdirkan menang.”
“selain itu, kita memang sudah berusaha keras dengan jerih payah kita sendiri.”
“benar.” Dia membenarkan ucapanku. “sekali lagi, aku minta maaf atas kebodohanku.”
“sudahlah, yang penting jangan diulangi dan kita ambil hikmahnya.”

Ela tesenyum padaku , aku juga tersenyum padanya. Suasana mulai hening dan kami terlarut dalam suasana malam.
“kamu tahu tidak, tenyata Rama ceroboh sekali. Masa kata Bu Endang, dia lupa ganti nama kita di data yang dia kumpulin.” Kataku, membuka pembicaraan lagi.
“yang benar?”
“iya, beneran. Maka dari itu Bu Endang curiga, dan kecurigaan terbukti. Ya.. Rama ngaku kalau data itu bukan milik kelompoknya.”
“bodoh sekali dia, sudah susah payah membujukku untuk memberi data itu, eh..dianya ceroboh gitu..”
“buah dari kecurangan.”
“benar.”
Langit malam menjadi saksi kebahagiaanku. Bintang di langit tersenyum melihat aku dan sahabatku saling menyatu setelah sebuah masalah menerjang kami. Setelah masalah itu selesai, aku merasa kami memang sudah ditakdirkan untuk bersahabat. Walaupun diterjang masalah, kami tetap menyatu. Dan, setelah menyelesaikan masalah, kami jadi semakin kuat.
Selesai
 
cerpen ini cerita dari amalya hasyim :)
 


Rabu, 19 Februari 2014

Kekasih Terbaik



Tanah kuburan itu masih hangat, suara merdu sang kekasih dalam ingatan Tiwi .

"maafkan aku dii“

Saat itu malam dan hujan pun turun begitu deras , cuaca pun tak memungkinkan kita untuk pergi keluar rumah .
Namun pada malam itu ada suatu kejadian keributan dalam sebuah kamar dan ternyata keributan itu bersumber di kamar Tiwi. Tiwi yang sedang bertelepon dengan seseorang , dan dia sangat marah dengan nada-nada tinggi Tiwi seperti biasa nya . Akhirnya Tiwi pun menangis di dalam kamar dan tidak mau keluar kamar dan di ganggu oleh siapapun . Sampai akhirnya Tiwi pun tertidur dan tidak merasakan sesuatu apa apa yang akan terjadi .

Tepat pukul 22.10 telepon Tiwi pun bordering , ternyata itu panggilan dari kekasih Tiwi namun Tiwi tidak menanggapi telepon tersebut , sampai berkali-kali terlepon itu berdering sampai akhirnya menelpon ke telepon rumah . Dan pada saat itu tidak ada seorang pun yang mengangkat telepon tersebut . Sampai akhirnya Tiwi pun terbangun dan mengangkat telepon tersebut .

Seketika kaki Tiwi pun terasa lemah dan tak berdaya ketika mendengar ada seseorang yang menghubungi nya dan memberitahu bahwa kekasih Tiwi mengalami  kecelakaan hebat tadi .

Tiwi hanya bisa menangis dan menyalahkan diri sendiri ……………

****
Tanpa pikir panjang Tiwi pun pergi untuk menemui kekasih nya tanpa di temani oleh siapapun , Tiwi terus mencari ke sebuah Rumah Sakit tempat dia di rawat , dan Tiwi pun terkejut melihat kekasih nya itu sudah tidak berdaya dan kritis .

Tiwi pun akhirnya jatuh pingsan , dan di bawa ke luar ruangan . Dora kenapa ? Dora bagaimana ? “Tanya Tiwi kepada seseorang yang ada di  dekatnya .
Nak kamu haru ikhlas dan sabar karena saat ini teman mu sedang di tangani tim medis , tak lama tim medis pun keluar dengan muka cemas dan dia memberitahu bahwa Dora sudah tidak bisa di selamatkan lagi karena telah banyak kehabisan darah .



Tiwi pun hanya terdiam lemas tak berdaya dan dia hanya berfikir bagaimana memberitahu keluarga nya , sampai akhirnya Tiwi memberanikan diri menelpon salah satu kakak nya …

****
Tuut …. Tuuut …. Tuuuut …………
Setelah berdering tiga kali akhirnya di angkat telepon dari Tiwi , dengan nada dan suara yang tidak jelas Tiwi memberitahu bahwa kekasih nya dan tak lain adalah adik nya sendiri mengalami kecelakaan dan dia tidak bisa di selamatkan .
Dan tiba-tiba telepon pun terputus dan Tiwi tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi terhadap kakak nya itu . .

Berselang lima menit akhirnya orang tua Dora pun menelpon Tiwi dan bertanya , dengan nada marah dan cemas bertanya bahwa Dora sekarang ada dimana …

Sambil menunggu keluarga Dora , Tiwi hanya bisa menangis dan terus menangis sampai akhirnya Tiwi pun menanyakan kejadian yang sebenarnya terjadi …

“Bagaimana kejadian tabrakan itu bisa terjadi , Tanya Tiwi kepada sosok bapak yang menolong kejadian tersebut “

Pada saat itu saya sedang berjalan ke sebuah toko makanan yang ada di sebrang jalan , dan kejadian itu sangat cepat . Saya melihat sebuah motor melaju kencang dan dari arah yang berlawanan ternyata ada sebuah bis yang mengalami rem blong .
Dengan sangat cepat terjadilah kecelakaan tersebut dan mengakibatkan Dora mengalami kecelakaan hebat .

Saya melihat Dora membawa sebuah bunga mawar dan membawa makanan yang akhrirnya hancur di tempat , saya sangat miris melihat peristiwa itu .

**********
Tidak pak , tidak mungkin . ucap Tiwi
Tiwi menangis semakin kencang karena dia menyesali semua kejadian hari ini , ternyata Dora mengalami kecelakaan di saat menuju ke rumah Tiwi , dan Tiwi menyesali karena akibat pertengkaran yang sepele membuat dia harus kehilangan Dora , orang selama ini menyayangi dia dan melindungi dia secara tulus .

Karena sebelum kejadian tersebut Tiwi dan Dora masih berkomunikasi lewat telepon , namun karena Tiwi ingin bertemu dengan Dora dan Tiwi pun marah karena Dora tidak bisa menemui nya karena melihat cuaca di luar sedang hujan .
Dan Tiwi pun kembali marah ketika Dora mengingatkan Tiwi untuk makan karena pada sebelum nya Dora telah berjanji akan mengajak Tiwi makan malam di luar , namun karena hujan akhirnya Dora pun membatalkan acara itu .

Tapi Tiwi tidak terima dan marah kepada Dora , dan dora berusaha merayu dan membujuk Tiwi . Dan usaha Dora pun sia-sia karena Tiwi tetap saja marah dan tidak mau mengangkat telepon dari Dora .

Dan pada saat itu Dora pun bingung dan Dora pun memberanikan diri untuk keluar rumah dan menemui Tiwi . Karena rasa sayang Dora terhadap Tiwi sangat besar Dora tidak mempedulikan lagi cuaca di luar hujan yang di pikirkan hanya Tiwi , karena dia tidak mau melihat Tiwi bersedih dan memutuskan dia karena Dora sangat menyayangi dan mencintai Tiwi .

Selama di perjalanan Dora terus menepon Tiwi , namun ternyata Tiwi tidak menanggapi .

Dan akhirnya peristiwa tabrakan itu terjadi tepat di depan Pasar Cisarua dan kejadian itu begitu cepat .

Dan yang membuat Tiwi kembali menangis ketika kleuarga Dora datang , dan sang kakak memperlihatkan Video Dora yang sedang menyanyi untuk Tiwi karena Dora telah merencanakan untuk bertunangan dengan Tiwi , walau pada saat itu usia Tiwi masih muda dan Dora sudah menentukan pilihan kepada Tiwi .

Namun takdir berkata lain , semua peristiwa yang terjadi sudah menjadi garis dari yang maha kuasa . Tiwi pun pasrah dan menerima semua cacian dan amarah dari semua sanak saudara Dora . Dan ada salah satu saudara Dora yang memarahi Tiwi dan menampar Tiwi karena dia tidak percaya bahwa sepupu nya itu meninggal secara konyol dan hanya karena seorang Tiwi bisa mengakibatkan Dora meninggal dunia , namun ketabahan orang tua dan kakak Dora akhirnya bisa menenangkan saudara tak lain adalah tante nya Dora  .



Orang tua Dora hanya pasrah dan tidak menyalahkan semua kepada Tiwi karena ini sudah menjadi takdir , dan ini harus kita terima .
Tiwi semakin merasa bersalah dan terus menangis dan dia hanya bisa menyesali semua itu .

****
Keesokan hari , akhirnya jenasah pun dimakamkan , dan Tiwi hanya bisa menangis melihat seseorang yang dia saying kini telah tiada akibat kebodohan dia .
Akhirnya Tiwi pun di rayu dan di ajak untuk meninggalkan makam Dora oleh kakak Dora , dan sesampai di rumah Dora, Tiwi kembali menangis karena melihat sebuat kejutan yang luar biasa yaitu di dalam kamar Dora tertulis semua nama Tiwi di setiap tembok kamar nya dan tiba-tiba , ibu , ayah , dan kakak Dora mengahmpiri Tiwi dan mereka memberikan sebuah kotak yang berwarna merah , dan kotak tersebut berisi sebuah “CINCIN” dan sebuah Surat untuk Tiwi …..

****
Tiwi akhirnya jatuh dan merasa lemas , dia tidak bisa berbicara apa-apa selain menangisi kepergian Dora , dan saat Tiwi membaca sebuah surat dari Dora yang berisi …….

Dear kekasihku “

Tiwi yang aku sayang , maapkan aku yang selalu membuatmu menangis dan kecewa , maapkan aku belum bisa menjadi sempurna , aku hanya berusaha menjadi lelaki yang bisa kamu banggakan kelak . dan pada hari ini aku ingin meminta mu kepada orang tua mu agar mengijinkan aku dan kamu untuk berhubungan ke jenjang yang lebih serius . surat ini ku tulis dengan penuh ketulusan dan benar-benar ingin mempersuntingmu kelak . ku berikan cincin kecil agar menjadi tanda bukti cinta dan sayang ku terhadap mu .

Aku sayang kamu sampai ajal akan menjemput ku ……………


Dora Adiaksa Hakim ….


Air mata tiwi semakin kencang mengalir , dan dia merasakan kehilangan sosok yang sangat dia sayang . dan tidak akan kembali masa-masa indah dulu bersama Dora semua tinggal kenangan manis yang akan aku simpan .

Jadi , buat temen-temen …………..
Harus di jaga siapapun yang menyayangi kalian jangan sampai apa yang pernah saya rasakan , kalian merasakan juga …
Hati-hati dalam mengambil sikap dan harus menjaga ego masing-masing J

Senin, 17 Februari 2014

ibu & anak

Pada suatu hari, seorang pemuda yang bernama Daniel terlibat dalam kecelakaan. Dia ditabrak oleh sebuah taksi di sebuah jalan raya.

Akibat dari kecelakaan itu dia cedera parah. Kepalanya luka, tangannya patah dan perutnya terburai. Setelah dibawa ke rumah sakit, dokter menemukan bahwa sakitnya terlalu parah dan memperkirakan dia tidak ada harapan lagi untuk hidup. Ibunya, segera dihubungi dan diberitahu tentang kecelakaan yang menimpa anaknya.

Hampir pingsan sang Ibu mendengar berita tentang anaknya itu. Dia segera bergegas ke rumah sakit tempat anaknya dirawat. Berlinang air mata ibu melihat kondisi anaknya. Meskipun telah diberitahu bahwa anaknya sudah tiada harapan lagi untuk diselamatkan, Ibu ini tetap tidak henti-hentinya berdoa dan memohon kepada Tuhan agar anaknya itu selamat.

Hari berganti minggu, minggu berganti bulan, kondisi Daniel tidak banyak berubah. Saban hari sang Ibu menunggui anaknya itu tanpa jemu. Saban malam pula Ibu itu terbangun mendaraskan doa memohon keselamatan anaknya. Dalam keheningan malam, sambil berlinangan air mata, sang Ibu merintih meminta agar anaknya disembuhkan.

Keyakinan sang Ibu terhadap kekuasaan Allah sangat kuat meskipun tubuh anaknya hancur cedera dan dikatakan sudah tidak ada harapan lagi untuk hidup. Namun, Allah benar-benar mau menunjukkan kebesaran dan kekuasaanNya.

Setelah 5 bulan terlantar, mukjizat itu pun terjadi, atas doa doa seorang ibu yang tak pernah putus, akhirnya Daniel menampakkan tanda-tanda kesembuhan dan akhirnya dia sembuh sepenuhnya. Berkat doa seorang ibu yang ikhlas.

Daniel dapat terus hidup sampai berumah tangga dan mempunyai anak. Ibunya, seorang janda semakin hari semakin tua dan uzur.

Suatu hari, sang Ibu yang berusia hampir 75 tahun jatuh sakit dan masuk rumah sakit. Awalnya, Daniel masih mengunjungi dan menjaga ibunya di rumah sakit. Tetapi semakin hari semakin jarang dia datang menjenguk ibunya sampai pada suatu hari pihak rumah sakit menghubunginya untuk memberitahukan kondisi ibunya yang semakin parah.

Daniel segera bergegas ke rumah sakit. Di situ, Daniel menemukan kondisi ibunya semakin lemah. Nafas ibunya turun naik. Dokter memberitahu bahwa ibunya sudah tidak ada waktu yang lama untuk hidup. Ibunya bisa saja setiap saat menghembuskan napasnya yang terakhir.

Melihat kondisi ibunya yang demikian dan konon beranggapan ibunya sedang tersiksa, lantas Daniel terus menadah tangan dan berdoa seperti ini, "Ya Allah, seandainya dia Engkau panggil menghadapMu lebih baik untuk ibu, maka Engkau panggilah ibuku! Aku tidak sanggup melihat penderitaannya. Ya Allah, aku akan merelakan dengan ikhlas dengan kepergiannya. Amin."

Begitulah bedanya doa ibu terhadap anak dan doa anak terhadap orang tuanya. Ketika anak sakit, seburuk apapun kondisinya, walau badan hancur sekalipun, namun orang tua akan tetap mendoakan semoga anaknya diselamatkan dan dipanjangkan umurnya.

Tetapi anak-anak yang dikatakan 'baik' pada hari ini akan mendoakan agar ibu atau bapaknya yang sakit agar segera diambil oleh Allah, padahal orang tua itu baru saja sakit. Mereka meminta pada Allah agar segera di panggil ke surga karena konon sudah tidak tahan melihat 'penderitaan' orang tuanya.

Apa yang akan Anda lakuan jika menghadapi situasi yang seperti ini?

Kompas.com