Rabu, 19 Februari 2014

Kekasih Terbaik



Tanah kuburan itu masih hangat, suara merdu sang kekasih dalam ingatan Tiwi .

"maafkan aku dii“

Saat itu malam dan hujan pun turun begitu deras , cuaca pun tak memungkinkan kita untuk pergi keluar rumah .
Namun pada malam itu ada suatu kejadian keributan dalam sebuah kamar dan ternyata keributan itu bersumber di kamar Tiwi. Tiwi yang sedang bertelepon dengan seseorang , dan dia sangat marah dengan nada-nada tinggi Tiwi seperti biasa nya . Akhirnya Tiwi pun menangis di dalam kamar dan tidak mau keluar kamar dan di ganggu oleh siapapun . Sampai akhirnya Tiwi pun tertidur dan tidak merasakan sesuatu apa apa yang akan terjadi .

Tepat pukul 22.10 telepon Tiwi pun bordering , ternyata itu panggilan dari kekasih Tiwi namun Tiwi tidak menanggapi telepon tersebut , sampai berkali-kali terlepon itu berdering sampai akhirnya menelpon ke telepon rumah . Dan pada saat itu tidak ada seorang pun yang mengangkat telepon tersebut . Sampai akhirnya Tiwi pun terbangun dan mengangkat telepon tersebut .

Seketika kaki Tiwi pun terasa lemah dan tak berdaya ketika mendengar ada seseorang yang menghubungi nya dan memberitahu bahwa kekasih Tiwi mengalami  kecelakaan hebat tadi .

Tiwi hanya bisa menangis dan menyalahkan diri sendiri ……………

****
Tanpa pikir panjang Tiwi pun pergi untuk menemui kekasih nya tanpa di temani oleh siapapun , Tiwi terus mencari ke sebuah Rumah Sakit tempat dia di rawat , dan Tiwi pun terkejut melihat kekasih nya itu sudah tidak berdaya dan kritis .

Tiwi pun akhirnya jatuh pingsan , dan di bawa ke luar ruangan . Dora kenapa ? Dora bagaimana ? “Tanya Tiwi kepada seseorang yang ada di  dekatnya .
Nak kamu haru ikhlas dan sabar karena saat ini teman mu sedang di tangani tim medis , tak lama tim medis pun keluar dengan muka cemas dan dia memberitahu bahwa Dora sudah tidak bisa di selamatkan lagi karena telah banyak kehabisan darah .



Tiwi pun hanya terdiam lemas tak berdaya dan dia hanya berfikir bagaimana memberitahu keluarga nya , sampai akhirnya Tiwi memberanikan diri menelpon salah satu kakak nya …

****
Tuut …. Tuuut …. Tuuuut …………
Setelah berdering tiga kali akhirnya di angkat telepon dari Tiwi , dengan nada dan suara yang tidak jelas Tiwi memberitahu bahwa kekasih nya dan tak lain adalah adik nya sendiri mengalami kecelakaan dan dia tidak bisa di selamatkan .
Dan tiba-tiba telepon pun terputus dan Tiwi tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi terhadap kakak nya itu . .

Berselang lima menit akhirnya orang tua Dora pun menelpon Tiwi dan bertanya , dengan nada marah dan cemas bertanya bahwa Dora sekarang ada dimana …

Sambil menunggu keluarga Dora , Tiwi hanya bisa menangis dan terus menangis sampai akhirnya Tiwi pun menanyakan kejadian yang sebenarnya terjadi …

“Bagaimana kejadian tabrakan itu bisa terjadi , Tanya Tiwi kepada sosok bapak yang menolong kejadian tersebut “

Pada saat itu saya sedang berjalan ke sebuah toko makanan yang ada di sebrang jalan , dan kejadian itu sangat cepat . Saya melihat sebuah motor melaju kencang dan dari arah yang berlawanan ternyata ada sebuah bis yang mengalami rem blong .
Dengan sangat cepat terjadilah kecelakaan tersebut dan mengakibatkan Dora mengalami kecelakaan hebat .

Saya melihat Dora membawa sebuah bunga mawar dan membawa makanan yang akhrirnya hancur di tempat , saya sangat miris melihat peristiwa itu .

**********
Tidak pak , tidak mungkin . ucap Tiwi
Tiwi menangis semakin kencang karena dia menyesali semua kejadian hari ini , ternyata Dora mengalami kecelakaan di saat menuju ke rumah Tiwi , dan Tiwi menyesali karena akibat pertengkaran yang sepele membuat dia harus kehilangan Dora , orang selama ini menyayangi dia dan melindungi dia secara tulus .

Karena sebelum kejadian tersebut Tiwi dan Dora masih berkomunikasi lewat telepon , namun karena Tiwi ingin bertemu dengan Dora dan Tiwi pun marah karena Dora tidak bisa menemui nya karena melihat cuaca di luar sedang hujan .
Dan Tiwi pun kembali marah ketika Dora mengingatkan Tiwi untuk makan karena pada sebelum nya Dora telah berjanji akan mengajak Tiwi makan malam di luar , namun karena hujan akhirnya Dora pun membatalkan acara itu .

Tapi Tiwi tidak terima dan marah kepada Dora , dan dora berusaha merayu dan membujuk Tiwi . Dan usaha Dora pun sia-sia karena Tiwi tetap saja marah dan tidak mau mengangkat telepon dari Dora .

Dan pada saat itu Dora pun bingung dan Dora pun memberanikan diri untuk keluar rumah dan menemui Tiwi . Karena rasa sayang Dora terhadap Tiwi sangat besar Dora tidak mempedulikan lagi cuaca di luar hujan yang di pikirkan hanya Tiwi , karena dia tidak mau melihat Tiwi bersedih dan memutuskan dia karena Dora sangat menyayangi dan mencintai Tiwi .

Selama di perjalanan Dora terus menepon Tiwi , namun ternyata Tiwi tidak menanggapi .

Dan akhirnya peristiwa tabrakan itu terjadi tepat di depan Pasar Cisarua dan kejadian itu begitu cepat .

Dan yang membuat Tiwi kembali menangis ketika kleuarga Dora datang , dan sang kakak memperlihatkan Video Dora yang sedang menyanyi untuk Tiwi karena Dora telah merencanakan untuk bertunangan dengan Tiwi , walau pada saat itu usia Tiwi masih muda dan Dora sudah menentukan pilihan kepada Tiwi .

Namun takdir berkata lain , semua peristiwa yang terjadi sudah menjadi garis dari yang maha kuasa . Tiwi pun pasrah dan menerima semua cacian dan amarah dari semua sanak saudara Dora . Dan ada salah satu saudara Dora yang memarahi Tiwi dan menampar Tiwi karena dia tidak percaya bahwa sepupu nya itu meninggal secara konyol dan hanya karena seorang Tiwi bisa mengakibatkan Dora meninggal dunia , namun ketabahan orang tua dan kakak Dora akhirnya bisa menenangkan saudara tak lain adalah tante nya Dora  .



Orang tua Dora hanya pasrah dan tidak menyalahkan semua kepada Tiwi karena ini sudah menjadi takdir , dan ini harus kita terima .
Tiwi semakin merasa bersalah dan terus menangis dan dia hanya bisa menyesali semua itu .

****
Keesokan hari , akhirnya jenasah pun dimakamkan , dan Tiwi hanya bisa menangis melihat seseorang yang dia saying kini telah tiada akibat kebodohan dia .
Akhirnya Tiwi pun di rayu dan di ajak untuk meninggalkan makam Dora oleh kakak Dora , dan sesampai di rumah Dora, Tiwi kembali menangis karena melihat sebuat kejutan yang luar biasa yaitu di dalam kamar Dora tertulis semua nama Tiwi di setiap tembok kamar nya dan tiba-tiba , ibu , ayah , dan kakak Dora mengahmpiri Tiwi dan mereka memberikan sebuah kotak yang berwarna merah , dan kotak tersebut berisi sebuah “CINCIN” dan sebuah Surat untuk Tiwi …..

****
Tiwi akhirnya jatuh dan merasa lemas , dia tidak bisa berbicara apa-apa selain menangisi kepergian Dora , dan saat Tiwi membaca sebuah surat dari Dora yang berisi …….

Dear kekasihku “

Tiwi yang aku sayang , maapkan aku yang selalu membuatmu menangis dan kecewa , maapkan aku belum bisa menjadi sempurna , aku hanya berusaha menjadi lelaki yang bisa kamu banggakan kelak . dan pada hari ini aku ingin meminta mu kepada orang tua mu agar mengijinkan aku dan kamu untuk berhubungan ke jenjang yang lebih serius . surat ini ku tulis dengan penuh ketulusan dan benar-benar ingin mempersuntingmu kelak . ku berikan cincin kecil agar menjadi tanda bukti cinta dan sayang ku terhadap mu .

Aku sayang kamu sampai ajal akan menjemput ku ……………


Dora Adiaksa Hakim ….


Air mata tiwi semakin kencang mengalir , dan dia merasakan kehilangan sosok yang sangat dia sayang . dan tidak akan kembali masa-masa indah dulu bersama Dora semua tinggal kenangan manis yang akan aku simpan .

Jadi , buat temen-temen …………..
Harus di jaga siapapun yang menyayangi kalian jangan sampai apa yang pernah saya rasakan , kalian merasakan juga …
Hati-hati dalam mengambil sikap dan harus menjaga ego masing-masing J

Tidak ada komentar:

Posting Komentar