Rabu, 03 Desember 2014

RAHASIA JODOH


Maha Suci Tuhan Semesta Alam...

Ketahuilah bahwasanya
Jodoh memang rahasia ilahi . Seperti disebutkan dalam hadits Ibnu Mas’ud radhiallahu ‘anhu , di saat manusia masih berada dalam perut ibunya, “Kemudian diperintahkan malaikat untuk menuliskan rezekinya, ajalnya, amal perbuatannya, kebahagiaan atau kesengsaraannya…”

Jodoh, termasuk rezeki seseorang. Jadi memang sudah ditentukan oleh Allah semenjak manusia belum diciptakan, dan sudah ditulis di Lauh Mahfuz . Dalam hal ini, kita tidak diperintahkan untuk memikirkan tentang takdir tersebut, tapi hanya diperintahkan untuk berusaha.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “ Beramallah, masing-masing akan dimudahkan melakukan apa telah dituliskan baginya .” (HR Muslim).

Sebenarnya, berusaha atau tidak berusaha, jodoh sudah ditetapkan. Tapi masalahnya bukan itu. Bahwa kita tetaplah dianggap berbuat keliru, bila kita tidak berusaha. Yang dituntut oleh Allah dari kita adalah upaya, ikhtiar dan niat baik. Jodoh tetap Allah yang menentukan. Jadi soal jodoh, rezeki dan takdir kita tidak berhak mengurusnya, tapi kita hanya diperintahkan untuk berusaha. Dengan upaya yang benar dan niat yang bersih itulah, kita akan diberi pahala. Hasilnya, Allah yang menentukan.

Semakin dekat dengan Allah, kita akan semakin memperoleh ketenangan batin yang sejati.
Sekali lagi, persoalan jodoh berada di tangan Allah, kita hanya diperintahkan untuk berusaha. Selama kita menjaga kehormatan, mengetahui rambu-rambu dalam bergaul dan berupaya memperbaiki diri, insya Allah, kita akan mendapatkan jodoh yang sesuai dengan harapan.

Wanita baik akan dipertemukan dengan pria yang baik dan begitupun sebaliknya. Asalkan niat tulus selalu dijaga. Peliharalah kualitas ibadah, dan tingkatkan dari waktu ke waktu.Sehingga saat pernikahan tiba, kita dalam kondisi iman terbaik, dan pilihan kita juga lebih didasari oleh luapan iman, bukan desakan nafsu dan syahwat.

Ketika seseorang terlambat mendapatkan jodoh, semua sudah suratan dari Allah. Soal kekeliruan, kelalaian, atau keteledoran, itu semua hanya jalannya saja. Jalan yang menyebabkan kita kesulitan mendapatkan jodoh. Kalau itu kita lakukan dengan sengaja, kita berkewajiban bertaubat. Taubat itu sudah menghapus segalanya, bila dilakukan dengan tulus. Dan dengan taubat, pengalaman masa lalu (meskipun pengalaman maksiat) menjadi pelajaran berharga.

Setidaknya, agar kita lebih berhati-hati terhadap bujuk rayu iblis. Agar kita juga menjaga anak keturunan kita kelak, untuk tidak terjerumus ke dalam kesalahan yang sama. Dan bisa jadi, Allah menyimpan jodoh yang paling layak untuk kita, yang paling mampu memberikan kebahagiaan di dunia dan akhirat, yang jodoh itu tidak bisa didapatkan kalau kita mencarinya di waktu dulu. Artinya, keterlambatan itu bisa jadi membawa hikmah besar. Hikmah yang muncul, karena kita bertaubat mendekatkan diri kepadaNya semata-mata yang Maha Mengtaqdirkan Jodoh. Insya Allah...

--Bayangan--

Dalam kehidupan fatamorgana
Langkah kaki menapak dengan pastinya
Menyusuri tiap jengkal peristiwa
Mengharap indahnya permata surga

Di sinilah seorang anak berpijak
Mencari jejak orang-orang yang bijak
Menghadapi kuatnya gelombang-gelombang ombak
Merelakan kemewahan demi menjadi seorang budak

Apa yang kamu harapkan?
Di mana kamu akan tinggal?
Siapa yang kamu jadikan panutan?
Bagaimana dengan dunia kenyataan?

Menyesaki otak dan rongga-rongga jiwanya
Menjadikan sakit oleh deritanya
Menghancurkan semua ilusi dalam hasratnya
Menghilangkan permata dunia hatinya

Sadarlah .. dia bukanlah bayangan
Dia pun tidak pantas menjadi sebuah bayangan
Walaupun seakan wajahnya berupa bayangan
Namun, kelak nanti dia tidaklah lagi bayangan

Melangkah atau bahkan berlarilah
Sedih atau bahkan menangislah
Sujud atau bahkan menghambalah
Minta atau bahkan mengemislah

Ini bukan.. bukanlah bayangan semata
Ini pun juga bukan angan-angan dalam jiwa
Nanti.. kamu sendiri akan dapat merasakannya
Bayanganmu selama ini akan menjadi kenyataan yang berharga

Sumber: www.dakwatuna.com

MAMA

Dia adalah sahabatku. Dia adalah Perempuan yg berkata "Tiap inci tubuhmu adalah keindahan. laksana kertas putih dan beraih. tangan laki2 adalah lumpur yg kotor. jgn biarkan tangan itu menyentuhmu kecuali dia telah mensucikannya dgn Mahar dan Ijab Kabul"
Dia adalah Perempuan yg berkata "Kamu adalah Ratu yg lengkap dgn mahkota bertaburkan intan dan berlian. laki2 adalah penyamun yg memiliki segala macam cara untuk merenggut mahkota itu darimu. lindungilah dgn rasa malu dan takut terhadap-Nya"
Dia adalah Perempuan yg berkata "Seberapapun hebatnya km, kelak laki2 adalah pemimpin dlm mengarungi samudra rumah tangga. sekolahlah setinggi mungkin tp km adalah perempuan yg kelak menjadi ibu, mengurus anak, dan membuat semangkuk sup untuk suamimu. boleh jd nnti penghasilanmu jauh lbh besar darinya, tetapi dlm rumah tangga kalian adalah satu kesatuan. hargai dan hormati dia