Tanah kuburan itu
masih hangat, suara merdu sang kekasih dalam ingatan Tiwi .
"maafkan aku dii“
Saat itu malam dan
hujan pun turun begitu deras , cuaca pun tak memungkinkan kita untuk pergi
keluar rumah .
Namun pada malam itu
ada suatu kejadian keributan dalam sebuah kamar dan ternyata keributan itu
bersumber di kamar Tiwi. Tiwi yang sedang bertelepon dengan seseorang , dan dia
sangat marah dengan nada-nada tinggi Tiwi seperti biasa nya . Akhirnya Tiwi pun
menangis di dalam kamar dan tidak mau keluar kamar dan di ganggu oleh siapapun
. Sampai akhirnya Tiwi pun tertidur dan tidak merasakan sesuatu apa apa yang
akan terjadi .
Tepat pukul 22.10
telepon Tiwi pun bordering , ternyata itu panggilan dari kekasih Tiwi namun Tiwi
tidak menanggapi telepon tersebut , sampai berkali-kali terlepon itu berdering
sampai akhirnya menelpon ke telepon rumah . Dan pada saat itu tidak ada seorang
pun yang mengangkat telepon tersebut . Sampai akhirnya Tiwi pun terbangun dan
mengangkat telepon tersebut .
Seketika kaki Tiwi
pun terasa lemah dan tak berdaya ketika mendengar ada seseorang yang
menghubungi nya dan memberitahu bahwa kekasih Tiwi mengalami kecelakaan hebat tadi .
Tiwi hanya bisa
menangis dan menyalahkan diri sendiri ……………
****
Tanpa pikir panjang Tiwi
pun pergi untuk menemui kekasih nya tanpa di temani oleh siapapun , Tiwi terus
mencari ke sebuah Rumah Sakit tempat dia di rawat , dan Tiwi pun terkejut
melihat kekasih nya itu sudah tidak berdaya dan kritis .
Tiwi pun akhirnya
jatuh pingsan , dan di bawa ke luar ruangan . Dora kenapa ? Dora bagaimana ?
“Tanya Tiwi kepada seseorang yang ada di
dekatnya .
Nak kamu haru ikhlas
dan sabar karena saat ini teman mu sedang di tangani tim medis , tak lama tim
medis pun keluar dengan muka cemas dan dia memberitahu bahwa Dora sudah tidak
bisa di selamatkan lagi karena telah banyak kehabisan darah .
Tiwi pun hanya
terdiam lemas tak berdaya dan dia hanya berfikir bagaimana memberitahu keluarga
nya , sampai akhirnya Tiwi memberanikan diri menelpon salah satu kakak nya …
****
Tuut …. Tuuut …. Tuuuut
…………
Setelah berdering
tiga kali akhirnya di angkat telepon dari Tiwi , dengan nada dan suara yang
tidak jelas Tiwi memberitahu bahwa kekasih nya dan tak lain adalah adik nya sendiri
mengalami kecelakaan dan dia tidak bisa di selamatkan .
Dan tiba-tiba telepon
pun terputus dan Tiwi tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi terhadap kakak nya
itu . .
Berselang lima menit
akhirnya orang tua Dora pun menelpon Tiwi dan bertanya , dengan nada marah dan
cemas bertanya bahwa Dora sekarang ada dimana …
Sambil menunggu
keluarga Dora , Tiwi hanya bisa menangis dan terus menangis sampai akhirnya Tiwi
pun menanyakan kejadian yang sebenarnya terjadi …
“Bagaimana kejadian
tabrakan itu bisa terjadi , Tanya Tiwi kepada sosok bapak yang menolong
kejadian tersebut “
Pada saat itu saya
sedang berjalan ke sebuah toko makanan yang ada di sebrang jalan , dan kejadian
itu sangat cepat . Saya melihat sebuah motor melaju kencang dan dari arah yang
berlawanan ternyata ada sebuah bis yang mengalami rem blong .
Dengan sangat cepat
terjadilah kecelakaan tersebut dan mengakibatkan Dora mengalami kecelakaan hebat
.
Saya melihat Dora membawa
sebuah bunga mawar dan membawa makanan yang akhrirnya hancur di tempat , saya sangat
miris melihat peristiwa itu .
**********
Tidak pak , tidak
mungkin . ucap Tiwi
Tiwi menangis semakin
kencang karena dia menyesali semua kejadian hari ini , ternyata Dora mengalami
kecelakaan di saat menuju ke rumah Tiwi , dan Tiwi menyesali karena akibat
pertengkaran yang sepele membuat dia harus kehilangan Dora , orang selama ini menyayangi
dia dan melindungi dia secara tulus .
Karena sebelum kejadian
tersebut Tiwi dan Dora masih berkomunikasi lewat telepon , namun karena Tiwi
ingin bertemu dengan Dora dan Tiwi pun marah karena Dora tidak bisa menemui nya
karena melihat cuaca di luar sedang hujan .
Dan Tiwi pun kembali
marah ketika Dora mengingatkan Tiwi untuk makan karena pada sebelum nya Dora
telah berjanji akan mengajak Tiwi makan malam di luar , namun karena hujan
akhirnya Dora pun membatalkan acara itu .
Tapi Tiwi tidak
terima dan marah kepada Dora , dan dora berusaha merayu dan membujuk Tiwi . Dan
usaha Dora pun sia-sia karena Tiwi tetap saja marah dan tidak mau mengangkat
telepon dari Dora .
Dan pada saat itu
Dora pun bingung dan Dora pun memberanikan diri untuk keluar rumah dan menemui Tiwi
. Karena rasa sayang Dora terhadap Tiwi sangat besar Dora tidak mempedulikan
lagi cuaca di luar hujan yang di pikirkan hanya Tiwi , karena dia tidak mau
melihat Tiwi bersedih dan memutuskan dia karena Dora sangat menyayangi dan
mencintai Tiwi .
Selama di perjalanan
Dora terus menepon Tiwi , namun ternyata Tiwi tidak menanggapi .
Dan akhirnya
peristiwa tabrakan itu terjadi tepat di depan Pasar Cisarua dan kejadian itu
begitu cepat .
Dan yang membuat Tiwi
kembali menangis ketika kleuarga Dora datang , dan sang kakak memperlihatkan
Video Dora yang sedang menyanyi untuk Tiwi karena Dora telah merencanakan untuk
bertunangan dengan Tiwi , walau pada saat itu usia Tiwi masih muda dan Dora
sudah menentukan pilihan kepada Tiwi .
Namun takdir berkata
lain , semua peristiwa yang terjadi sudah menjadi garis dari yang maha kuasa . Tiwi
pun pasrah dan menerima semua cacian dan amarah dari semua sanak saudara Dora .
Dan ada salah satu saudara Dora yang memarahi Tiwi dan menampar Tiwi karena dia
tidak percaya bahwa sepupu nya itu meninggal secara konyol dan hanya karena
seorang Tiwi bisa mengakibatkan Dora meninggal dunia , namun ketabahan orang
tua dan kakak Dora akhirnya bisa menenangkan saudara tak lain adalah tante nya
Dora .
Orang tua Dora hanya
pasrah dan tidak menyalahkan semua kepada Tiwi karena ini sudah menjadi takdir
, dan ini harus kita terima .
Tiwi semakin merasa
bersalah dan terus menangis dan dia hanya bisa menyesali semua itu .
****
Keesokan hari ,
akhirnya jenasah pun dimakamkan , dan Tiwi hanya bisa menangis melihat
seseorang yang dia saying kini telah tiada akibat kebodohan dia .
Akhirnya Tiwi pun di
rayu dan di ajak untuk meninggalkan makam Dora oleh kakak Dora , dan sesampai
di rumah Dora, Tiwi kembali menangis karena melihat sebuat kejutan yang luar
biasa yaitu di dalam kamar Dora tertulis semua nama Tiwi di setiap tembok kamar
nya dan tiba-tiba , ibu , ayah , dan kakak Dora mengahmpiri Tiwi dan mereka
memberikan sebuah kotak yang berwarna merah , dan kotak tersebut berisi sebuah “CINCIN”
dan sebuah Surat untuk Tiwi …..
****
Tiwi akhirnya jatuh
dan merasa lemas , dia tidak bisa berbicara apa-apa selain menangisi kepergian
Dora , dan saat Tiwi membaca sebuah surat dari Dora yang berisi …….
Dear kekasihku “
Tiwi yang aku sayang
, maapkan aku yang selalu membuatmu menangis dan kecewa , maapkan aku belum
bisa menjadi sempurna , aku hanya berusaha menjadi lelaki yang bisa kamu
banggakan kelak . dan pada hari ini aku ingin meminta mu kepada orang tua mu
agar mengijinkan aku dan kamu untuk berhubungan ke jenjang yang lebih serius .
surat ini ku tulis dengan penuh ketulusan dan benar-benar ingin mempersuntingmu
kelak . ku berikan cincin kecil agar menjadi tanda bukti cinta dan sayang ku
terhadap mu .
Aku sayang kamu
sampai ajal akan menjemput ku ……………
Dora Adiaksa Hakim ….
Air mata tiwi semakin
kencang mengalir , dan dia merasakan kehilangan sosok yang sangat dia sayang .
dan tidak akan kembali masa-masa indah dulu bersama Dora semua tinggal kenangan
manis yang akan aku simpan .
Jadi , buat
temen-temen …………..
Harus di jaga
siapapun yang menyayangi kalian jangan sampai apa yang pernah saya rasakan ,
kalian merasakan juga …
Hati-hati dalam
mengambil sikap dan harus menjaga ego masing-masing J