Selasa, 11 Februari 2014

"IBU"



Aku adalah seorang karyawan sekaligus seorang mahasiswa tingkat empat . Aku bisa di sebut cewe muda masa kini , yang seneng banget yang nama nya main , nongkrong , hangout bareng , bermain dengan teman sampai tak kenal waktu dan itu sering banget dilakuin, dan yang pasti sering membuat seorang ibu selalu cemas dan khawatir. Hidupku saat ini sungguh seperti anak muda jaman sekarang banget. Ibu hanya dianggap sepele , tidak pernah di dengar dan Ibu ini seperti pembantu saja. Pagi kerja , sore kuliah pulang malam, hari libur pun tidak pernah ada di rumah , kelayapan kesana kemari main , bilang nya nongkrong sama temen biar gaul bu .
Ya ini fakta ……………………..

Kemudian, di sore hari ketika aku baru saja sampai di kampus dan duduk di mushola kampus , mendadak datang seorang sahabat ku yang bernama Dian dan dia datang dengan muka cemas dan berkaca-kaca dan mengagetkan aku dengan membawa kabar tidak enak untuk di dengar .  
“ Iraa… Iraa……. Ibumu.. Ibumu..”
Berbicara dengan nafas yang tersenggal-senggal karena Dian terlihat capek habis mencari aku
“Iya.. iya.. ada apa dengan ibu ku?” Tanyaku bingung kepada Dian .
 “Itu..itu…………….  Ibumu ibumu ibumu kecelakaan..”
 “Apa…? yang benar kamu Di?” Tanyaku.
“Iya benar, Barusan aku ditelpon oleh adik mu , karena dia menelpon berkali-kali tenyata handphone mu tidak dapat di hubungi . Bagai kita sedang mendaki gunung dan tinggal setengah lagi kita sampai di atas , tetapi kita tidak bisa meneruskan karena kita tidak mampu dan badan kita sudah letih . Dan pada saat itu perasaananku, ancur dan langsung berfikir negatif tentang Ibu ,  tanpa pikir panjang aku berlari dan begegas untuk pulang menuju rumah .

Sepanjang perjalanan aku hanya bisa menangis karena aku sudah tidak sabar ingin segera sampai rumah. Dan ada saja yang namanya hambatan , pake acara macet di jalan karena jalanan rusak dan akhirnya aku memutuskan untuk menggunakan angkutan lain yaitu Ojek . kesana kemari aku mencari ojek akhirnya aku temukan di sudut jalan persimpangan . Tanpa banyak menawar harga aku langsung naik ojek tersebut karena aku hanya ingin segera sampai rumah dan bertemu Ibu . Setelah kurang lebih setengah jam akhirnya aku sampai di rumah , dan di rumah kulihat banyak orang berkumpul, sehingga membuat ku semakin bingung dan bertanya-tanya “ada apa ini ?
ucap aku dalam hati . Ku berhenti sejenak dan mulai memasuki pintu rumah dengan penuh hati-hati dan yang ada dalam pikiran aku saat itu adalah negatif  . Dan langkah ku mulai perlahan lahan untuk memastikan bahwa itu tidak benar, tapi sebelum sampai di depan pintu apa yang aku pikirkan itu ternyata benar, tubuh ini terasa ringan tapi begitu berat untuk ku terus melangkah, dan banyak orang yang memanggilku dan aku hanya bisa memandang lesu dan berurai air mata melihat sosok sang Ibu sudah terbujur kaku dan setelah itu aku tak sadarkan diri dan tidak ingat apa yang sebenarnya terjadi .
Setelah beberapa menit aku pingsan dan aku tersadar bahwa aku sudah ada di dalam rumah di di dampingi oleh adik dan Dian sahabat ku “Aku dimana ini?” Tanya ku kepada Dian. “Di rumah mu Ira,..” jawab Dian lirih.


 “Oh iya, dimana ibuku? Gimana kadaan beliau ? Aku harus menemuinya!”
Dan aku pun terbangun dan berusaha menggapai pintu kamar dan berusaha untuk keluar, dan adik ku berusaha menghalangi nya dan dia bilang aku boleh keluar di saat aku sudah bisa sabar dan tenang, namaun aku tetap memaksa karena hati semakin kencang ingin melihat kondisi Ibu .
 Dan pada saat tangan ku membuka pintu saat itu pula aku melihat sosok sang Ibu sudah terbujur kaku dan di balut oleh kafan putih dan tertutupi oleh selendang berwarna putih . Dan aku pun menangis histeris dan merasa menyesal menjadi seorang anak tidak bisa membahagiakan Ibu dan semua itu sudah terlambat , “betapa bodoh nya aku !!!!! ucap Iraaa ….. dan aku hanya bisa menatap wajah manis Ibu yang sudah terbujur kaku dan tak bernyawa lagi .
Di waktu yang sama Ayah dan Kakak tiba di rumah secara bersamaan dan mereka pun sangat khawatir saat mendengar berita duka tersebut , dan mereka hanya berdoa agar Ibu masih bisa tertolong . Karena Ayah bekerja sangat jauh dengan lokasi rumah dan kakak pun yang berkuliah di luar kota dan menyebabkan perjalanan nya cukup panjang dan memakan waktu yang lama . Setibanya kakak ku di depan jenazah Ibu aku sempat tak sadarkan diri karena melihat ekspresi kakak yang begitu terpukul saat menegetahui bahwa Ibu telah tiada , dan Ayah hanya bisa ikhlas dan tabah menerima nya .
Di saat aku tak sadarkan diri , pemakam Ibu pun tetap dilakukan karena melihat waktu juga sudah semakin sore dan Ayah , kakak beserta sanak saudara pun sudah berkumpul semua .
 Dan pemakaman pun telah selesai dan dilanjutkan  mengadakan tahlilan untuk Ibuku, karena sudah menjadi sebuah kebiasan di daerah ku  ini, apabila ada orang yang meninggal akan diadakan tahlilan .
Setelah ku tersadar, ku coba untuk duduk dan merenungkan apa yang sudah menimpa ku hari ini, ku benar benar kehilangan seseorang yang paling berharga di dunia ini, seseorang yang selalu ada di setiap jalan hidup ku sampai saat ini, yang selalu sabar dengan semua tingkah laku yang sering menyusahkannya dan sekarang sudah tiada. Aku tertunduk lesu dan terus menangis karena selama ini aku tidak pernah mendengar apa perkataan Ibu , aku selalu membantah Ibu , aku tidak pernah peduli tentang Ibu . Dan aku merasa separuh semangat aku telah hilang dan tak akan bisa kembali lagi .
Dan tiba-tiba aku mendengar suara Dian , dengan lirih dan pelan pelan menghampiriku
“ yang sabar ya ra , ini suratan takdir , janganlah kamu terus larut dalam kesediahan karena semua itu tidak akan pernah kembali semua sudah ada jalannya dan takdir yang berbicara ra “
Dan aku menjawab apakah ini merupakan balasan dari Allah untukku di , aku merupakan anak yang tidak berbakti kepada Ibu sehingga aku yang merasakan kejadian seperti ini dan aku tidak bisa mengantar Ibu ke peristirahatannya yang terakhir .
“tidaaak ra , kamu jangan berfikir seperti itu yang ada kamu memberatkan kepergian Ibu mu , kamu harus ikhlas , lihat kamu masih mempunyai Ayah , kakak dan adik mu yang masih membutuhkan kamu . Aku saja yang hidup tanpa Ayah mampu berdiri sampai detik ini bersama ibu dan kedua adik ku.
Ira berucap “tapi kenapa harus Ibu ku yang mengalami kejadian seperti ini di , kenapa ? kenapa ? “dengan nada tinggi Ira mengucapkannya . Dia itu orang sholeh , baik di , dia Ibu yang  paling mulia di . Apa yang sebenarnya  terjadi kepada Ibu ku ?

Kamu siap mendengarkan ceritaku ini ra ? aku siap ucap ira …
Jadi , begini Ibu dan adik mu pergi berbelanja ke pasar untuk membeli sesuatu yang Ibu mu cari , dan pada saat mencari barang tersebut akhirnya Ibu mu menemukan barang yang kamu inginkan yaitu sebuah handphone baru karena kamu sering marah-marah merengek meminta kepada Ibu untuk di belikan handphone baru , padahal kamu sudah bekerja tapi tetap saja kamu tidak pernah mau menegeluarkan uang sedikit pun untuk membeli apa pun yang kamu mau . Setelah barang yang kamu mau dibeli akhirnya Ibu dan adik mu memutuskan untuk pulang dan berniat member kejutan untuk kamu , bertujuan biar kamu lebih betah di rumah .
Sesampainya di rumah Ibu mu ingat akan satu hal bahwa kamu ingin memiliki tempat handphone yang bergambar sapi , dan sang Ibu pun bermaksud kembali ke pasar , dan sang adik pun melarang Ibu agar tidak usah kembali kepasar . “nanti saja bu , aku saja yang beli atau kakak saja yang beli sendiri, “ucap adik mu . Tetapi karena Ibu tidak mau melihat kamu marah dan kecewa ibu pun terpaksa kembali ke pasar , belum sempat jauh terdengar suara  kencang seperti tabrakan “GEDUBRUUUUUUUUAK” di depan jalan ga jauh dari tempat tinggal kamu . Dan apa yang terjadi ternyata itu bersumber dari tabrakan yang di alami oleh Ibu mu dan sebuah bis yang mengalami rem blong . Dan peristiwa itu sangat cepat dan menyebabkan Ibu mu kehabisan darah dan langsung tidak sadarkan diri .
Tangisan ini lebih berat dan menyakitkan hati sampai-sampai air mata yang ku keluarkan tak dapat lagi di keluarkan , karena aku merasa menjadi anak yang tidak beruntung memiliki Ibu seperti beliau yang berkorban untuk aku , aku ini anak durhaka “ucap Ira .
Dan saat itu lah ku berdoa dan meminta serta berjanji pada Allah dalam hati..
 “Ya Allah.. maafkan lah hambamu ini, ampunilah dosa hambamu ini yang selalu mengecawakan dan menyusahkan Ibu dan Ayah ku .. Aku berjanji akan menjadi anak yang lebih baik lagi, lebih berbakti lagi kepada Ibu dan Ayah ku , Hambamu mohon janganlah Engkau ambil Ibu ku pada saat ini , kembalikan Ibu ku Ya Allah , karena aku ingin membahagiakannya kelak , dan aku ingin memulai hari baru dengan menjadi anak yang berbakti kepada kedua orang tua apalagi seorang Ibu yang telah melahirkan ku ke dunia dan merawat ku hingga menjadi dewasa seperti saat ini ”

Tiba-tiba ku mendengar suara orang membuka pintu mushola kampus dan mengagetkan aku , dan ternyata orang tersebut adalah salah satu staf kampus yang coba membangunkan aku dari tidur karena suara adzan magrib telah berkumandang, dan membangunkan aku karena aku tertidur nyenyak , da mushola sudah mulai dipenuhi oleh mahasiswi-mahasiwi yang akan melaksanakan sholat magrib ,  akhirnya aku pun bangun dengan wajah merah karena malu ketika bangun di belakang ku sudah banyak orang yang lalu lalang di mushola untuk solat .
Dan akhirnya saya memutuskan untuk mengambil air wudhu dan bergegas solat ,  air mata ku menetes entah kenapa dan mulai mengingat mimpi yang seperti kenyataan itu tadi. Dan akupun segera pulang untuk memastikan mimpi itu benar atau salah. Dan sesampainya di rumah aku benar-benar bersyukur melihat ibuku masih sehat-sehat saja sedang menyiapkan makan malam , kemudian ku peluk Ibu dan meminta maaf padanya karena atas semua tingkah laku dan perbuatan aku terhadap Ibu selama ini , dan aku berjanji akan merubah diri menjadi anak yang lebih menghormati dan menghargai semua keputusan Ibu dan Ayah.
Mimpi itu benar-benar jadi pelajaran buat ku bahwa Ibu adalah seseorang yang sangat berharga dan tak tergantikan oleh apapun. Mulai saat itu aku merubah gaya hidupku yang berantakan dan tidak menuruti apa kata Ibu ku , aku harus menjadi lebih baik sebelum semua itu trelambat dan hanya penyesalan yang akan datang nanti nya . Dan aku berjanji bahwa aku akan membahagiakan semua orang yang aku saying .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar